Ketua MUI Labura Ditemukan Meninggal di Parit

Ketua MUI Labura Ditemukan Meninggal di Parit

Kondisi jasad H. Aminurrasyid Aruan tergeletak di parit

CYBER88 | Labura - Ketua MUI Kabupaten Labuhanbatu Utara H.Aminurrasyid Aruan, warga Jln. Dorowati Lk.IV Wonosari, Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Selasa (27/7) dini hari, ditemukan tewas dalam parit kecil di dekat pemukiman warga di lingkungan 2 Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan - Labura. 

Alih yang dikenal sebagai Ustadz dan juga sebagai Ketua MUI di Labura diduga dibunuh karena pada bagian kepala atas terbelah luka robek/koyak sepanjang 20 cm, pergelangan tangan kanan terpisah.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait, SH, MH saat dikonfirmasi Cyber88 menyampaikan," kejadiannya, korban pada hari Selasa (27/7) sekira pukul 17.20 WIB dilingkungan 2 Panjang Bidang Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan, korban saat itu mencari rumput untuk pakan ternak hewan peliharaannya dan dugaan sementara pelakunya Anto Dogol (35), warga Panjang Bidang Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan - Labura, yang saat itu sudah menunggu di simpang arah ladangnya," terangnya.

Masih menurut Kapolsek, mengatakan bahwa "Korban didatangi pelaku disimpang jalan menuju ladangnya dan terjadilah pembacokan terhadap korban (H.Aminurrayid Aruan), mengakibatkan korban luka-luka dan kehabisan darah sehingga akhirnya korban meninggal dunia dalam kondisi tertelungkup dalam parit,".

Berdasarkan penyelidikan Kepolisian Sektor Kualuh Hulu dan Satreskrim Polres Labuhanbatu, motif korban dianiaya pelaku masih dalam pengembangan juga penyelidikan dan mengimbau agar masyarakat tidak terpancing emosi.

"Kasus Penganiayaan ini biar pihak berwenang yang melaksanakan pengusutan dan penyelidikan, masyarakat diminta jangan terpancing emosi," ujar Sahrial.

Hingga berita ini ditulis, Pelaku sudah diamankan Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, penangkapan pelaku dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu IPDA Eko Sanjaya, SH dan Satreskrim Polres Labuhanbatu, barang bukti benda tajam beserta sepeda motor Honda Legenda, topi milik korban dan sabit milik korban sudah diamankan juga beberapa nama saksi saksi yang akan dipanggil nantinya.

"Saat ini korban sudah di bawa ke RSUD Aek Kanopan untuk dilakukan visum," jelas Eko.

Tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain diduga melanggar pasal 338 KUHP yo pasal 351 ayat (3) KUHP.

Komentar Via Facebook :