Program Smart City Pelalawan, Dipertanyakan

Program Smart City Pelalawan, Dipertanyakan

CYBER88 | Pelalawan-  Seperti diketahui Smart City atau disebut Kota cerdas merupakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan teknologi Internet of things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.

Aset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya. Smart city ditujukan dalam hal penggunaan informatika dan teknologi perkotaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. 
 
TIK memungkinkan para pejabat kota berinteraksi langsung dengan masyarakat dan infrastruktur kota serta memantau apa yang terjadi di kota, bagaimana kota berkembang, dan bagaimana menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. 
 
Namun belbagai program Konsep Smart City (Kota cerdas) di Kabupaten Pelalawan Riau, yang dicanangkan HM. Harris semasa menjabat Bupati Pelalawan, sejak awal tahun 2017 diduga tidak terwujud menuju Pelalawan emas.

Seperti diungkapkan Amriady dari gabungan LSM Riau Bersatu, bahwa konsep Program Smart City di Pelalawan kini nampaknya tidak terealisasi. Padahal sebelumnyal masing masing OPD tahun lalu menganggarkan Smart City. 

"Berbagai elemen sebagai inovasi program unggulan konsep kota Pintar disejumlah OPD Pemda Pelalawan,  dan di 12 kecamatan tidak optimal, apakah karena tak ada dana anggaran atau memang proyek gagal, kita akan mempertanyakan ke Kementerian Kominfo di pusat," ungkap Pegiat LSM dari Riau Bersatu, khusus kepada CYBER88 di Pangkalan Kerinci,  Minggu, (29/08/21).

Anehnya, kata Amriady bahwa program gerakan 100 smart city, Bupati Pelalawan dimasa dijabat HM.  Harris memperoleh penghargaan gerakan 100 Smart City di Jakarta.

Sementara Kadis Infokom Pelalawan, Hendri Gunawan, ketika dikonfirmasi terkait sejauh mana realisasi Pemda Pelalawan yang termasuk dalam 25 Kabupaten kota yang memulai gerakan menuju 100 Smart City, pihaknya menjawab bahwa program smart city itu merupakan program dari pusat. "Anggaran untuk pengelolaan Smart City dari pusat tidak ada, boleh ditanya ke BPKAD," ucap Hendri singkat. **

Komentar Via Facebook :