Korupsi UPT Trans Batam? LSM Perintis Segera Lapor ke Kejari Batam

Korupsi UPT Trans Batam? LSM Perintis Segera Lapor ke Kejari Batam

Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto

CYBER88 | Batam- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perintis akan melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi di UPT Trans Batam Dishub Kota Batam.

Kasus yang dilaporkan diantaranya, anggaran pemilharaan 6 unit mobil trans Batam (pengecatan mobil) dengan biaya 160 juta lebih, anggaran BBM untuk mobil trans Batam, masalah operator dan juga masalah raibnya 5 mobil trans Batam yang dititipkan ke pool Edy samarun tanpa ada berita acara penitipan dan mobil itu.

Kabarnya diduga dijual ke crab karena ada pengakuan salah seorang pegawai dishub inisial 'AT' yg ikut mengantar mobil tersebut kepool dipiayu laut. Dan banyak juga kasus pengadaan di trans Batam belum terungkap.

Pengurus DPD Provinsi Kepri LSM Perintis angkat bicara bahwa kasus yang ada di UPT Trans Batam harus diungkap  dan oknum kepala UPT Trans Batam harus diperiksa kejaksaan.

"Data- data soal adanya dugaan korupsi sudah terkumpul dan Minggu depan bakal dilaporkan ke Kejari Batam dan diminta supaya diusut adanya dugaan korupsi di UPT Trans Batam," ujar Oscar sekretaris DPD

Dikatakannya, selana BS menjabat kepala UPT Trans Batam banyak permasalahan salah satunya sewa menyewa mobil trans Batam. Kasus lain juga seperti anggaran pemeliharaan 9 unit mobil bus sekolah yang diperbaiki dibengkel dishub. Berapa biaya anggaran pemeliharaannya bus mobil sekolah masih ditelusuri dari berbagai narasumber, katanya.

Sementara LSM Tipikor, Albert Sopyan juga ikut menulusuri adanya dugaan permainan di UPT Trans Batam Dishub Batam, karena tahun ini anggaran untuk UPT Trans Batam setengah yang dianggarkan di dinas perhubungan. 
 
"Untuk anggaran pengecatan 1 unit mobil bus sekolah sebesar lebih kurang Rp 25 juta dan mobil yang dicat 6 unit mobil dan kalau dihitung keseluruhan jumlah anggaran pengecatan sebesar Rp 150 juta lebih" ucapnya, Sabtu (2/10/21). Minggu, (03/10/21).

Sementara itu, dari hasil penulusuran kami dari berbagai narasumber bahwa anggaran pengecatan dipertanyakan dan hal itulah yang perlu diusut oleh pihak kejaksaan.

" LSM Tipikor akan terus melacak adanya dugaan permainan anggaran pemeliharaan di UPT Trans Batam," ungkapnya 

Cyber88.co.id beberapa kali mencoba menkonfirmasi ke kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto namun tidak berhasil ditemui dikantornya. Dan begitu dikonfirmasikan lewat WA tidak ada jawaban. (Tim)

Komentar Via Facebook :