Prostitusi Online di Makassar Kian Marak, 6 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia 

Prostitusi Online di Makassar Kian Marak, 6 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia 

Ilustrasi

CYBER88 | Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus melakukan razia penyakit masyarakat lantaran maraknya penyalahgunaan media sosial untuk menawarkan jasa prostitusi.

Dari hasil razia yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Makassar untuk mencegah penyalahgunaan aplikasi media sosial yang dijadikan sebagai alat untuk transaksi jasa prostitusi, Enam pasangan bukan suami istri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terjaring.

"Razia ini dilakukan di sejumlah hotel yang berada di Kecamatan Wajo. Hasilnya ditemukan ada enam pasangan muda-mudi, bukan suami istri tengah berduaan di dalam kamar hotel," kata Kabid Rehabilitasi Dinsos Makassar, Andi Eldi Malka dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/6.

Ketika dilakukan razia itu sambung Andi, sempat terjadi cekcok antara petugas dengan seorang wanita yang ditemukan berada di kamar hotel. Wanita itu diketahui pernah diamankan dan menjalani rehabilitasi serta pembinaan di panti sosial.

Ia menerangkan, enam pasangan yang terjaring razia tersebut akan menjalani pendataan dan jika terbukti sebagai pekerja seks komersial (PSK) akan langsung diberikan pembinaan di Panti Rehabilitasi Mattiro Deceng

"Mereka di asesmen dulu dan di tes HIV. Kalau terbukti mereka PSK langsung kita bawa ke panti sosial untuk dibina," jelasnya.

Kata Andi, Intensitas razia penyakit masyarakat atas maraknya penyalahgunaan media sosial untuk menawarkan jasa prostitusi, akan terus ditingkatkan demi pencegahan prostitusi online di Makassar.

"Razia ini akan terus kita lakukan dan sasarannya adalah penggunaan aplikasi media sosial yang kerap dijadikan sebagai tempat menawarkan jasa prostitusi," pungkasnya. (*Rud)

Komentar Via Facebook :