Kuasa Hukum Minta APH Segera Ungkap Kasus Pemukulan Terhadap 2 Wartawan Karawang.
CYBER88 | Karawang - Gusti Gumilar alias Junot yang merupakan Pimred (Pimpinan Redaksi) media AlexaNews.id. didampingi oleh puluhan wartawan dari berbagai media dan kuasa hukumnya, melaporkan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap Junot yang diduga dilakukan oleh oknum Pejabat Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang, Senin (19/9/2022) pukul 20:00 wib, dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT,
Terjadinya hal tersebut diduga berawal dari adanya status yang mengkritisi hingga menyulut emosi ASN (Aparatur Sipil Negara) berinisial A seorang Kepala Dinas yang menjabat 2 Kursi. Adapun perihal motif terjadinya tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban, itu kewenangan pihak kepolisian seperti yang dikatakan oleh Kuasa Hukum, Chandra Irawan SH saat olah TKP, Selasa malam (20/09/2022) pukul 20:00 wib.
"Harusnya ketika adanya kritikan, dijadikan kritikan yang membangun dan harusnya dijadikan bahan evaluasi agar kedepannya lebih baik lagi, bukan malah melakukan tindakan - tindakan yang tidak benar apalagi sampai melanggar hukum."
Pada kesempatan tersebut, Kuasa Hukum dari Gusti Gumilar alias Junot, Chandra Irawan SH menyatakan bahwa adanya kejadian tersebut, tersangka dijerat pasal 170 KUHP dan ini masuk Pidana Murni.
Ditempat yang sama ,Chandra Irawan, SH selaku kuasa hukum korban meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap wartawan yang juga sebagai Pimpinan redaksi AlexaNews.id.
“Tim kuasa hukum akan mengupayakan permohonan perlindungan saksi dan korban,” Jelas Chandra Irawan.
Sebelumnya sempat beredar video pernyataan dari Junot yang menyatakan bahwa "Usai acara launching Persika 1951 saya kebetulan masih distadion, saya dibawa keruangan yang dulu bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa kisaran pukul 00:00 wib tengah malam.
"Setelah masuk, ruangannya ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia. Disitulah Saya mulai menerima pukulan dari oknum ASN berinisial A yang menjabat Kepala Dinas dan kalangan suporter yang mempertanyakan keberadaan Zaenal yang saya tidak tahu keberadaannya hingga ia minta saya untuk menghubungi Zaenal dan mengetahui keberadaan Zaenal dalam waktu 1 jam."
"Sehingga hampir 1 jam baru diangkat, kemudian diminta untuk menjebaknya dengan iming - iming ada uang, yang kemudian minta sharelok. Dan setelah itu langsung menjemputnya sesuai sharelok."
“Sambil menjemput Zenal kerumahnya pun, saya masih dianiaya di dalam mobil. Dan Zenal dijemput paksa itu, kisaran pukul 04:00 dini hari."
Lebih lanjut Junot menjelaskan penganiayaan yang diterimanya terpisah dengan Zenal yang juga merupakan seorang jurnalis.
“Oknum ASN tersebut, selain mencekoki saya dengan minuman keras, juga mencekoki saya dengan air kencing sebanyak 3 kali. Iya juga melakukan pemukulan dan penyikutan dikepala. Kemaluan saya juga ditendang oleh oknum lainnya. Bahkan A ini juga melakukan pengancaman."
Penganiayaan yang dialami Junot dari tengah malam hingga sampai pagi, bahkan baru sadarkan diri dan bisa pulang karena dijemput saudaranya. Ia (Junot.red) diselamatkan ke salah satu kantor dinas. Dan baru pulang kerumah pukul 18:00 WIB, Minggu (18/9/2022).
“Saya dianggap provokasi, karena terus meng up soal jabatan kosong, dan sorotan saya lainnya mengenai launching Persika,” kata Junot
Setelah adanya kejadian tersebut, saya diancam bila membuka LP, saudara saya diancam akan diberhentikan dan ada ancaman pembunuhan dengan mengatakan nanti anak saya jadi anak yatim. Dan disitu setahu saya ada sekitar 4-5 orang oknum PNS yang dari beberapa ASN tersebut saya kenal."
Ditempat terpisah, Zaenal Mustopa membenarkan kepada CYBER88 bahwa "Saya tidak tahu bahwa ada upaya penjebakan. Pasalnya Junot komunikasi sambil mengatakan ada uang yang kemudian meminta sharelok. Bahkan yang datang ke rumah dan mengetuk rumah saya pun Junot yang kemudian saya bukakan pintu dan menghampirinya." Ucap Zenal.
Zenal menambahkan, "Saat dihampiri, Junot mengatakan bahwa mobilnya terperosok dijalan, yang kemudian saya coba untuk membantunya, namun ternyata, itu sebuah jebakan. Disitu sudah ada oknum ASN berinisial A yang kemudian memasukan saya kedalam mobil Fortuner."
"Setelah masuk kedalam mobil tersebut, ternyata sudah ada beberapa orang didalamnya dan didalam mobil tersebutpun ada pemukulan yang dilakukan oleh Oknum ASN berinisial A, R, A, dan D. Setibanya ditempat tersebut, saya pun langsung dicekok minuman keras sebanyak 3 botol."
Bisa kembalinya pulang ke rumah setelah dibantu oleh salah satu wartawan senior yang datang dan selalu melerai setiap akan ada pemukulan yang akan dilakukan oleh oknum ASN tersebut, sehingga meminta saya untuk diantarkan pulang. Pungkasnya


Komentar Via Facebook :