Pasar Tradisional Mulai Ditinggalkan Pembeli, Revitalisasi akan Meningkatkan Daya Saing dengan Pasar Modern

Pasar Tradisional Mulai Ditinggalkan Pembeli, Revitalisasi akan Meningkatkan Daya Saing dengan Pasar Modern

CYBER88 | Bandung -- Pasar telah sekian lama menjadi pusat ekonomi warga dan distribusi barang setiap harinya. Seiring dengan perkembangan teknologi membuat pasar tradisional semakin terdesak dengan banyaknya berdiri pasar modern yang memberikan kualitas yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan pasar tradisional.

Semakin banyaknya pasar modern membuat pasar tradisional semakin lama semakin terlupakan dan terabaikan. Ditambah juga dengan adanya anggapan oleh sebagian masyarakat yang menyatakan bahwa pasar tradisional itu tidak bersih, kumuh, tidak nyaman dan barang yang perjual-belikan tidak layak. Pasar tradisional dianggap sebagai kawasan kumuh sedangkan di pasar modern bersih dengan ditambah dengan pelayanan yang memuaskan. Hal inipun terjadi di Pasar tradisional Banjaran sehingga desakan masyarakat akan keberadaan pasar sehat dan pelayanan yang lebih baik pun semakin tinggi.

Adapun pengertian Pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat yang terwujud melalui Kerjasama seluruh unit terkait di pasar (stakeholder) dalam menyediakan bahan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. 

Menaggapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bandung sejak tahun 2019 telah mencanangkan mengubah pasar Banjaran menjadi Pasar Sehat dengan melakukan Revitalisasi. Sebagai mana ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republink Indonesia No 21 tahun 2021 tentang Pedoman Pembangunan Dan Pengelolaan Sarana Perdagangan Revitalisasi dibiayai oleh APBN, APBD, BUMN, BUMD, BUMdesa atau Pihak Swasta.  

Setelah memalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Revitalisasi Pasar Banjaran dapat dilaksanakan. PT Bangun Niaga Perkasa (BNP) selaku pemenang tender Revitalisasi pasar Banjaran, sudah sejak beberapa bulan yang lalu melakukan aktivitas dan kini telah memasuki tahapan Relokasi para pedagang termasuk pedagang kaki lima ke tempat yang sebelumnya telah dipersiapkan. Relokasi sendiri direncanakan akan dimulai dari tangga 29 Mei hingga 1 Juni 2023.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Daerah Kabupaten bandung telah mengeluarkan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung selaku pengelola barang milik daerah Nomor: 0621/Kep64-Disperkimtan/2022 tentang penetapan pemenang Mitra Bangun Guna Serah Bangunan dan pengelolaan pasar sehat Banjaran. Hal ini pun diperkuat dengan Surat Keputusan Bupati Bandung Nomor: 6021/Kep 73-Disperkimtan/2023 tentang Penetapan Mitra Bangun Guna Serah Pasar Sehat banjaran Kabupaten Bandung dimana PT BNP merupakan pihak yang akan mengelola pasar sehat Banjaran.

Meski demikian, Revitalisasi ini dari awal direncanakan mendapatkan penolakan dari sejumlah warga Pasar Banjaran yang tergabung dalam Kerwappa. Bahkan, setelah melakukan berbagai upaya mediasi pihak Kerwappa melakukan gugatan ke PTUN Bandung utnuk membatalkan Prodak Bupati Bandung. 

Hal inipun dinilai wajar oleh berbagai kalangan sebagai Hak Konstitusional warga Negara. Pro dan Kontra setiap adanya kebijakan apapun itu pasti akan terjadi.

Disatu sisi, sejumlah tokoh masyarakat Banjaran, Ormas, LSM, dan OKP mendukung Revitalisasi ini. Dengan harapan terjadinya peningkatan perekonomian, ratusan pedagang juga mendukung adanya Revitalisasi. Mayoritas pedagang kini telahg mengambil kunci untuk menmpati tempat Relokasi yangtelah disediakan oleh PT BNP.

Berdasarkan penelusuran Cyber88.co.id, dari sejumlah tokoh yang ada di Kecamatan Banjaran, bahwa Program revitalisasi Pasar Banjaran berjalan dengan baik dengan harapan dapat menjadi jawaban atas segala permasalahan yang selama ini melekat pada tubuh pasar tradisional seperti tidak adanya inovasi di dalam pasar sehingga pasar dianggap tidak dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung pasar. 

Revitalisasi, kata mereka, diharapkan mampu memperbaiki atau membenahi kondisi pasar yang menjadi letak kelemahan pasar sehingga menyebabkan turunnya daya saing di pasar tradisional. Sangat perlu dilakukan Revitalisasi pasar agar usaha mikro dapat mempertahankan eksistensinya dalam ditengah persaingan usaha dan globalisasi.

Revitalisasi pasar Banjaran berlandaskan lantarankondisi pasar tersebut dianggap sudah tidak lagi layak, kondisi lorong pasar yang kecil serta becek, fasilitas seperti WC umum yang tidak terurus, tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang aman dari lingkungan, serta fungsi pasar yang tidak optimal sebagai akibat dari kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak lagi layak pasca kebakaran tahun 2007 lalu. 

"Revitalisasi pasar ini yaitu dengan cara merenovasi bangunan pasar yang nantinya akan jauh lebih baik dari sebelumnya, menjadikannya permanen, layak huni, dan nyaman bagi pedagang. Selain itu, posisi berjualan para pedagang agar lebih teratur serta tidak mengganggu lalu lintas para pembeli. Revitalisasi pasar dari segi fisik diharapkan dapat melunturkan salah satu kelemahan terbesar dari pasar tradisional yaitu kesan jorok, kotor, kumuh, sampai bau yang tidak sedap," Terangnya.

Daya saing pasar Banjaran pun diharapkan dapat meningkat setelah dilakukan revitalisasi pasar dan pasar dapat kembali vital serta siap untuk bersaing dengan pasar Modern. Sebagai timbal balik dari adanya revitalisasi pasar tersebut diharapkan mampu mengakibatkan peningkatan pendapatan pedagang sehingga dapat memperluas pangsa pasar dan menjadi penambah pemasukan ekonomi daerah. (Des’s)

Komentar Via Facebook :