Kadisdik Subang : Pungutan Kalau Tidak Sesuai Prosedur yang Benar, Itu Salah. Wali Murid Sampaikan Pesan Untuk Kadisdik

Kadisdik Subang : Pungutan Kalau Tidak Sesuai Prosedur yang Benar, Itu Salah. Wali Murid Sampaikan Pesan Untuk Kadisdik

ilustrasi Sumbangan

CYBER88 | Subang, - Terkait masalah berbagai varian dengan dalih sumbangan yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN 3) Pagaden yang di keluhkan kalangan orang tua murid di tanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Subang  Tatang Komara, S.Pd., M.Si.

Menurutnya jika pungutan itu dilakukan tidak secara prosedural salah besar semua sudah diatur dalam permendikbud.

"Link tidak kebuka, namun selama pungutan itu dilakuakan secara tidak prosedural yang benar berarti salah" tegas Tatang via whatsAap, Sabtu (9/2).

Baca Juga : Ternyata, di SMPN 3 Pagaden Selain ada Dugaan Pungutan Berdalih Sumbangan Saat Pembagian Rapot, Masih Ada Sumbangan Lainnya

Tatang tidak menjelaskan secara detail teknis atau cara bahwa prosedur pungutan atau sumbangan yang benar itu seperti apa.

Pasalnya dipinta penjelasan bagaimana pungutan yang menurutnya benar dan sesuai prosedur agar masyarakat (publik) lebih memahami.

"Permendikbud saja"  Jawabnya singkat.

Salah satu wali murid "C" yang mewakili wali murid lainya memberikan pesan untuk Kadisdik soal banyaknya varian sumbangan di SMPN 3 Pagaden.

Baca Juga : Salah Satu Wali Murid Keluhkan Varian Sumbangan di SMPN 3 Pagaden

"Untuk Pak kadisdik, Pak tolong prosuder  yang benar itu seperti apa ? kalau memang menurut Bapak salah tentang adanya Sumbangan di SMPN 3 Bapak mau gimana ?" ungkapnya, (10/2).

"Dan kalau benar salah juga, tolong lebih di tingkat kan lagi pengawasan nya jangan sampai banyak oknum di sekolah yang tidak bertanggung jawab" tuturnya.

Demi keterbukaan informasi publik  juga tolong jelaskan, apa ada bantuan sekolah di SMPN 3, sekolah anak saya ? karena tidak semua orang tua murid tahu dan faham" jelasnya.

"Pak Kadis harus tahu juga, tidak semua orang tua murid itu ekonomi nya stabil, bisa jadi karena merasa anaknya  sekolah di tempat itu ya mereka mengikuti aja ke inginan sekolah, kalau tidak, kasian anak kita takut gimana - gimana " jujur kami sangat terbebani" pungkas C [rudi]

Komentar Via Facebook :