SMPN 3 Jatiwangi Dinilai Tak Indahkan Imbauwan Pj Gubernur Jabar, Tetap Gelar Study Tour ke Yogyakarta

SMPN 3 Jatiwangi Dinilai Tak Indahkan Imbauwan Pj Gubernur Jabar, Tetap Gelar Study Tour ke Yogyakarta

CYBER88 | Majalengka, -- Kegiatan study tour seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan di Indonesia. Konsep study tour di Indonesia bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas, memperluas wawasan siswa, dan menghadirkan pembelajaran kontekstual.

Namun, realita di lapangan seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak kasus di mana study tour menjadi lebih tentang liburan daripada pembelajaran yang substansial. Bahkan, insiden kecelakaan yang merenggut nyawa siswa beberapa waktu lalu pun menjadi perhatian khusus bagi kegiatan ini.

Oleh karenanya, sejumlah pemerhati pendidikan berharap study tour bagi pelajar jarak jauh lebih baik disetop karena lebih banyak mudaratnya untuk pendidikan daripada manfaatnya. Menurut para pemerhati, program study tour adalah bagian dari kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan. Program tersebut tidak meningkatkan kualitas pendidikan, namun cenderung menimbulkan beban baru bagi orang tua murid, terutama bagi murid yang tidak mampu.

Seperti halnya yang dirasakan sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 3 Jatiwangi Majalengka yang merasa terbebani dengan biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan untuk pelaksanaan study tour tersebut. Beberapa orang tua siswa pun mencemaskan terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

Hal tersebut merupakan buntuy Insiden kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana Depok merupakan kecelakaan yang kesekian kalinya terjadi pada siswa saat melaksanakan study tour. Peristiwa itu memiliki pola yang sama yakni terjadi pada saat akan menuju pulang.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengeluarkan surat edaran yang mengatur tentang pelaksanaan study tour. Surat Edaran Nomor : 64/PK.01/Kesra Tentang Study Tour Pada Satuan Pendidikan itu salah satunya mengatur tentang keselamatan kegiatan.

Selain mengatut soal kelayakan bus yang akan digunakan dalam study tour. kondisi jalur, Pj Gubernur Jabar juga mengimbau agar study tour dilaksanakan dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat. Siswa bisa berkunjung ke pusat perkembangan ilmu pengetahuan, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata edukatif lokal dengan tujuan mendukung perekonomian local

Meski Penjabat Gubernur Jawa Barat dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah beri surat edaran terkait study tour tersebut , namun SMP Negeri 3 Jatiwangi  Majalengka, tetap melaksanakan study tour keluar provinsi. Sebanyak kurang lebih 200 siswa siswi untuk kelas 7-8 Jumat 28 Juni 2024 akan bertolak ke Yogyakarta menggunakan 4 bus pariwisata. Pelaksanaan study tour, selama 2 hari satu malam.

Pelaksanaan Study Tour tetap dilaksanakan, lantaran pihak sekolah sudah melakukan kontrak dengan pihak PO Bus pariwisata. Pihak Sekolah pun sudah dapat izin dari pihak dinas Pendidikan dan Dishub kab Majalengka, termasuk dari pihak PO Bus pariwisata adanya surat kelayakan.

Ditemui di Kantornya, Casnita S.Pd., Kepala Sekolah SMPN 3 Jatiwangi sedang tidak ada di tempat.

Cahyati, Kabag Humas SMPN 3 Jatiwangi siswa yang akan berangkat mengikuti stud tour ke Yogyakarta sebanya 200 dari siswa kelas 7 dan 8.

“Biaya yang telah kami tetapkan sebesar Rp.875 ribu  per siswa, dan akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2024 ,” Ucap Cahyati yang didampingi bidang kesiswaaan pada Cyber88.co.id, Kamis (13/6/2024)

Cahyati, mengaku disibukan dengan adanya kegiatan study tour ini. Akan tetapi, menurutnya, kegiatan ini merupakan keinnginan para siswa yang disepakati melalui Komite Sekolah.

“Ini hasil kesepakatan bersama antara siswa siswi, orang tua siswa, komite dan pihak sekolah mempersiahkan, kerena hasil kesepakatan bersama, " Jelas Cahyati yang menyebut mewakili Kepala Sekolah SMPN 3 Jatiwangi.

"Adapun soal izin pemberangkatan, pihak SMP Negeri 3 telah terima dan memastikan kelaikan bus bersama Dinas Perhubungan setempat, dinas pendidikan dengan Pihak PO Bus, itupun juga telah menyertakan surat keterangan kelayakan Bus yang digunakan untuk study tour ini ke Yogyakarta," Pungkasnya Cahyati

Sementara, Kodim, bidang kesiswaan mengucapkan terimakasih atas informasi soal adanya keluhan dari orang tua siswa. Hal tersebut akan menjadi bahan evalusasi bagi pihak sekolah

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak media atas informasi adanya keluhan dari orang tua siswa di sekolah ini dam akan kami jadikan bahan evaluasi pihak sekolah di sini," Kata Kodim.

Menyikapi hal tersebut, AS, salah satu pemerhati pendidikan di Jawa barat menilai bahwa pihak SMP Negeri 3 tidak mengindahkan imbauan Pemerintah dengan tetap melaksanakan tudy tour ke luar Provinsi Jawa Barat. Ia pun berharap, Study Tour tidak dijadikan lahan bisnis di sekolah. (Tatang)

Komentar Via Facebook :