Potensi Tinggi Bencana Alam dan Industri, TNI dan Pemkot Cilegon Lakukan Simulasi Kolaboratif

Potensi Tinggi Bencana Alam dan Industri, TNI dan Pemkot Cilegon Lakukan Simulasi Kolaboratif

CYBER88 | Cilegon – Sedia payung sebelum hujan, menjadi peribahasa yang tepat bagi Helldy Agustian selaku Walikota Cilegon untuk menggambarkan kegiatan pelatihan penaggulangan bencana antara TNI dan Pemerintah Kota Cilegon bersama dinas  terkait, yakni BPBD, Tagana, Damkar, Satpol PP, Dinas Sosial, juga Kepolisian.

Berlangsung sejak Senin hingga Sabtu (24-29/6/2024) di Pantai Mabak Merak dan Lapangan Mekarsari, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, kegiatan tersebut mengangkat tema "Operasi Bantuan TNI kepada Pemerintah Daerah dalam rangka Mengantisipasi Terjadi Bencana Alam".

Saat diwawancara, Helldy menyebut jika pesisir pantai Kota Cilegon sudah habis oleh industri besar. Yang mana menurut data, sebanyak 49,5% dari 60 industri besar tersebut merupakan industri kimia dasar, Jumat (28/6/2024).

Pada prinsipnya, lanjut Helldy, ada 3 hal yang menjadi perhatiannya, yakni bencana alam, bencana industri, dan bencana alam yang mengakibatkan bencana industri. Yang mana, bencana alam yang mengakibatkan bencana industri menjadi fokus pada kegiatan ini, sebab memiliki dampak risiko yang lebih besar.

Suhendi, pihak BPBD Kota Cilegon menyebut, jika letak geografis Cilegon yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda dan jalur tektonik sangat berpotensi bencana, sebab sewaktu-waktu dapat terjadi gempa bumi yang disusul adanya tsunami maupun letusan Gunung Anak Krakatau.

"Jadi, pelatihan ini ditujukan agar para personel lintas instansi dapat terbiasa dalam menangani bencana, sehingga saat terjadi bencana tidak bingung untuk berbuat apa, sebab sudah memiliki tupoksinya masing-masing," paparnya.

Dirinya menambahkan, bisa jadi, penyebab terjadinya celaka bukanlah dari bencana, tetapi dari kepanikan. Sehingga dengan adanya pelatihan, setiap individu bisa terbiasa dan mampu meredam kepanikan.

Kemudian, Pemerintah Kota Cilegon dalam hal ini telah memberikan apresiasinya kepada RT dan RW dengan menaikkan honor untuk menjadi garda terdepan pemerintah daerah, agar secara sigap dapat memberikan imbauan kepada masyarakat secara efektif saat terjadi bencana.

Adapun teknis kegiatan ini, Danrem 064, Brigjen TNI Fierman Shafirial menjelaskan, skenario dimulai dari adanya letusan Gunung Anak Krakatau yang disusul bencana tsunami di wilayah Merak. Tiga hari pertama, merupakan Gladi Posko dengan melatih mekanisme prosedur hubungan instansi vertikal dan horizontal agar dalam pengarahannya dapat lebih efektif.

Kemudian, dua hari berikutnya merupakan Gladi Lapang untuk menguji seberapa efektif metode yang dilakukan. Yang kemudian, kekurangan yang terjadi akan dievaluasi di hari terakhir.

Dandim 0623 Cilegon, Letkol. Inf. Aryo Priyoutomo menambahkan, dalam situasi bencana tidak bisa sendirian. Kolaborasi dan kerja sama sangat diperlukan agar lebih efektif. Meskipun pada praktiknya latihan ini tidak mendetail, diharap pihak terkait memiliki gambaran untuk mengantisipasi bencana.

Komentar Via Facebook :