Diduga Praktik Pungli di Desa Lubuk Kembang Bunga Resahkan Pengemudi 

Diduga Praktik Pungli di Desa Lubuk Kembang Bunga Resahkan Pengemudi 

(Foto Ilustrasi / net)

CYBER88 I Pelalawan - Aksi pungutan liar (pungli) merajalela di wilayah Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau.  Tentunya, aksi tersebut meresahkan para pengemudi, khusnya truk yang melintas di desa itu, dimana disebutkan oknum dari  desa itu  sempat menahan truk yang beraktivitas  mengangkut bahan-bahan di daerah itu. 

Hal itu diakui salah seorang pengemudi  mobil pribadi ber plat luar  B, " Iya kami sempat diberhentikan, dan dimintai Rp. 50 ribu,"  ujar  Am, yang kebetulan melintas dekat jembatan Tesso Nilo Lubuk Kembang Bunga itu,  Rabu (21/05).

Dalam investigasi tim,  melaporkan setiap truk  yang melintas di lokasi  merogoh kocek .Jika tak dibayar maka mobil sempat ditahan..

Sementara salah seorang warga disana saat dikonfirmasi lewat selulernya, menjelaskan, bahwa terkait adanya penahanan truk itu, adalah sebagai aksi protes terhadap pengusaha kontraktor  yang akan panen akasia. 

"Sebagai warga seharusnya  Kades itu, transparan kepada  masyarakat untuk  musyawarah, sejauh mana bantuan  perusahaan terhadap  desa, sehingga tidak perlu tindakan penahanan dan kutipan- kutipan untuk memperbaiki sarana jalan yang dilalui kendaraan., "  ungkap warga setempat yang enggan disebutkan namanya. 

" Kini jaman pemerintahan Prabowo-Gibran disebutkan, segala bentuk premanisme yang melakukan tindakan yang merugikan harus diberantas satgas Pungli,"  sambungnya.

Sebelumnya,  Tim  Investigasi dari Yayasan Salamba Riau, juga mengharapkan  Pihak instansi terkait untuk menertibkan praktek  pungli  yang tidak memiliki perijinan resmi atau  berdasarkan Perdes.

Kades Lubuk Kembang Bunga, Rossy ketika diminta tanggapannya terkait  pungutan dan penahanan truk milik kontraktor yang melitas diwilayah itu, melalui WhatsApp nya, menyebutkan bahwa hal itu tidak benar

Komentar Via Facebook :