Akibat Karhutla, Nyaris Musnahkan Kebun Kelapa Rakyat di Pulau Mendol
(Foto Istimewa/Net)
CYBER88 I Pelalawan – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mengancam keberadaan salah satu pulau terluar Indonesia. Di Kabupaten Pelalawan, api melahap ratusan hektar lahan di Desa Teluk Beringin, Pulau Mendol, yang merupakan sentra penghasil kelapa strategis sekaligus wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Menurut Sumber tim gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama BPBD, TNI, dan Polri masih terus berjibaku di lapangan. Angin kencang dan kondisi lahan yang mengering membuat si jago merah hampir menghanguskan seluruh pulau, serta menghancurkan perkebunan kelapa yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengungkapkan bahwa bencana di Pulau Mendol diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Pulau Mendol merupakan daerah penghasil kelapa yang penting dan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga. Kami terus mengerahkan personel agar api segera padam sepenuhnya dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat," jelas Ferdian, Kamis, kemaren.
Tak hanya di Pelalawan, ancaman serupa juga membara di Kabupaten Rokan Hilir. Tim Manggala Agni Daops Dumai harus berhadapan dengan ganasnya api di Desa Rantau Bais. Lokasi ini menjadi tantangan berat karena karakteristik gambut dalam dan minimnya akses air, yang mengingatkan pada tragedi kebakaran hebat tahun 2025 lalu.
Sementara itu, di wilayah pesisir lainnya seperti Desa Sepahat dan Tanjung Leban di Bengkalis, sinergi lintas sektoral mulai membuahkan hasil. Petugas kini fokus melakukan sekat bakar untuk melindungi kawasan konservasi dari rembetan api. Di Kabupaten Siak, tim tengah memasuki fase krusial mopping up atau pendinginan sisa bara di balik gambut guna mencegah api muncul kembali.
Ancaman karhutla bahkan merambah ke wilayah Kepulauan Riau. Kawasan Hutan Lindung Tiban di Kota Batam ikut terpanggang, memaksa Manggala Agni Daops Batam bergerak cepat melakukan pemadaman darurat bersama kelompok tani.
Kondisi cuaca yang ekstrem dan hembusan angin kencang menjadi alarm bagi pemerintah pusat dan daerah. Strategi pencegahan kini menjadi harga mati agar tren penurunan bencana asap dalam beberapa tahun terakhir tidak hancur oleh ego pembukaan lahan yang mengabaikan keselamatan lingkungan.


Komentar Via Facebook :