Ancaman Penyakit Kronis Mengintai Lansia, RSU Cakra Husada Klaten Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini
CYBER88 | Klaten — Diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi dua penyakit kronis yang paling banyak memicu komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung.
Di tengah meningkatnya jumlah penderita penyakit tidak menular, upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi semakin penting.
Menjawab tantangan tersebut, Rumah Sakit Umum (RSU) Cakra Husada Klaten terus mengoptimalkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Program yang didukung pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini bertujuan membantu penyandang penyakit kronis tetap memiliki kualitas hidup yang baik sekaligus menekan risiko komplikasi.
Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, RSU Cakra Husada menggelar kegiatan "Harmoni Sehat Usia Senja" di Klaten Town Square (Klatos), Jumat (10/7/2026).
Hampir 100 peserta lansia yang tergabung dalam Prolanis mengikuti senam bersama, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi mengenai pencegahan penyakit kronis.
Senam dipandu oleh pelatih RSU Cakra Husada, Heruwanto. Menurutnya, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Prolanis. Senam dirancang khusus untuk lansia sehingga gerakannya aman, namun tetap mampu melancarkan peredaran darah, menjaga kebugaran tubuh, serta meningkatkan fungsi organ," ujarnya.
Heruwanto menjelaskan, kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko diabetes dan hipertensi.
Kedua penyakit tersebut kerap dijuluki "silent killer" karena sering berkembang tanpa gejala, tetapi dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, hingga gangguan ginjal.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya para lansia, untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, serta tetap aktif bersosialisasi.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RSU Cakra Husada Klaten, dr. Debora Marga Pangestika, Sp.PD., mengatakan bahwa diabetes melitus, hipertensi, stroke, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya masih menjadi ancaman utama bagi kelompok usia lanjut.
Menurutnya, tingginya angka komplikasi akibat penyakit kronis sebenarnya dapat ditekan apabila masyarakat disiplin melakukan deteksi dini dan mengendalikan faktor risikonya sejak awal. Di Indonesia angka kematian akibat diabetes melitus masih cukup tinggi.
"Karena itu, melalui Program Prolanis kami terus memberikan edukasi, pendampingan, serta berbagai kegiatan yang mendorong para penyandang penyakit kronis tetap aktif, sehat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, RSU Cakra Husada berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan.
Konsistensi menjalani pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi kunci untuk menekan laju penyakit kronis yang terus meningkat di Indonesia.


Komentar Via Facebook :