Komisi II DPRD Raja Ampat Tinjau 6 Paket Pekerjaan Dinas Kelautan dan Perikanan di Kota Waisai
Ketua Komisi II DPRD saat melakukan monitoring
CYBER88.CO.ID | Papu Barat - Usai melakukan monitoring di wilayah kepulauan Misool Kabupaten Raja Ampat, Komisi II DPRD kembali melakukan Monitoring di Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat, Selasa (30/6) kemarin.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau sejumlah paket pekerjaan di balai benih ikan (BBI) Raja Ampat yang terletak di jalan pariwisata Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat.
Hal ini juga dilakukan komisi II DPRD sebagai implementasi dari fungsi kontrol terhadap penggunaan anggaran oleh pihak eksekutif, dalam hal ini pihak pemerintah daerah kabupaten Raja Ampat.

Ketua komisi II DPRD beserta Anggota tinjau paket pekerjaan 2019
Adapun paket pekerjaan yang ditinjau sekitar 6 paket pekerjaan, yang tertidiri dari paket rehabilitasi kolam atau bak pemindahan, rehabilitasi kolam atau bak karantina, rehabilitasi kolam atau bak larva, pembagunan dan rehabilitasi tendon serta paket instalasi aerasi.
Paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, yang mana DPA nya ada pada dinas kelautan dan perikanan kabupaten Raja Ampat.
Dalam kunjungan itu ketua Komisi II DPRD Raja Ampat, Moh.Taufik Sarasa ST beserta Anggota Komisi didampingi oleh wakil ketua I DPRD Raja Ampat, Reynold M Bulla.
Disela-sela kunjungan itu,Wakil ketau I DPRD Reynold M Bulla menyatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk mengecek paket pekerjaan yang bersumber dari anggaran 2019.
"Jadi ini kita turun untuk cek paket pekerjaan di anggaran tahun 2019 kemarin"jelas Reynold di sela-sela kunjungan itu.
Terpisah, Ketua komisi II DPRD Raja Ampat, Moh Taufik Sarasa ST mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan dan monitoring pada setiap kegiatan yang bersumber dari anggaran 2019.
Ia juga menegaskan bahwa, monitoring ini dilaksanakan pihaknya untuk memastikan dokumen laporan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Raja Ampat.
"Kita tinjau kegiatan-kegiatan yang bersumber dari anggaran 2019 kemarin, ini juga kita ingin pastikan LKPJ Bupati" terang ketua komisi II.
Lelaki yang kerap disapa Jani itu juga berharap agar pihak pengelola Balai Benih ikan (BBI) Raja Ampat terus meningkatkan kinerja dan efektivitas pemasaran sehingga pendapatan asli daerah (PAD) bisa terdongkrak.
"Setidaknya hasil dari pemasaran tersebut dapat mendongkrak PAD di kabupaten Raja Ampat". imbuhnya.
Dirinya juga berharap agar dinas Kelautan dan perikan dapat mengontrol kinerja dari Balai benih ikan (BBI) Kabupaten Raja Ampat hingga sampai pada tahap pemasaran. Tutup Ketua Komisi II DPRD, Moh Taufik Sarasa ST.
Jurnalis :Awin J.Macap


Komentar Via Facebook :