Upacara Hari Santri Nasional 2020 di Kabupaten Garut Berlangsung Dengan Sederhana
CYBER88 | Garut -- Upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 berlangsung dengan sederhana bertempat di Lapang Apel Setda Jln.Pembangunan Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Kamis(22/10/20).
Dengan mengusung tema " Santri Sehat , Indonesia Kuat "
Kegiatan upacara tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr.H.Helmi Budiman dan peserta upacara di ikuti oleh perwakilan dari beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) terdekat di Garut.
Wakil Bupati Garut,dr.H.Helmi Budiman dalam sambutannya mengatakan,para santri juga harus menjadi garda terdepan dan bisa mengubah stigma negatif di masyarakat terhadap pasien positif Covid-19 ,
"Peringatan hari santri kita laksanakan dengan sangat sederhana , jumlah peserta upacara yang terbatas hanya perwakilan dari beberaoa Pondok Pesantren(Ponpes) terdekat " katanya.
Helmi Budiman menjelaskan,ada kurang lebih dari 1200 unit Pondok Pesantren yang resmi dan tercatat, sementara yang belum melengkapi ijin juga sangat banyak termasuk jumlah santrinya.
"Ini yang kita undang hanya perwakilannya saja,saya berharap yang belum resmi agar diproses kelengkapan perizinananya dan harus diupayakan mempunyai lembaga agar mudah melakukan pendataan sehingga bisa sinergi dalam membangun Kabupaten Garut, "
Tema hari santri ini adalah " Santri Sehat , Indonesia Kuat " tentunya harus diperhatikan Kesehatan santrinya terutama masa pandemi Covid-19 .
Lanjut Helmi Budiman, Ia menyampaikan beberapa amanat termasuk salah satunya bagaimana meningkatkan kesehatan dengan mengikuti Protokol Kesehatan,
"Hari Santri ini di latarbelakangi jihad untuk mempertahankan NKRI, sekarang pun jihad ini untuk mempertahankan kesehatan bangsa supaya Indonesia kuat bisa membangun dan produktif penanganan protokol kesehatan Covid-19, " paparnya.
Selain itu merupakan gerakan jihad yang harus di dukung bersama agar para santri dalam melaksanakan jihadnya berjalan baik dan lancar serta harus didukung oleh lapisan masyarakat.
"Intinya bagaimana mewujudkan Indonesia kuat dengan masyarakat yang sehat,para santri juga harus menjadi garda terdepan dan bisa mengubah stigma serta membela siapapun bisa terkena Covid-19 termasuk saya,rekan wartawan juga tapi jangan terstigma.
Kita ada petugas kesehatan,ada rumah sakit untuk menindaklanjutinya stigma negatif di masyarakat terhadap pasien positif inilah yang harus berubah, " punkasnya. (Suwito/Ajat Sudrajat)


Komentar Via Facebook :