Ghasuku Serta ujian DAN zone3 INKAI Cilegon Berlangsung Tertip dan Lancar
CYBER88 | Cilegon -- Ketua Institut Karatedo Indonesia (INKAI) Cabang Cilegon Ir. Much Chanief, mengatakan, “dalam Kondisi Covid-19 ini, semua kegiatan olahraga banyak yang tertunda termasuk ujian kenaikan tingkat anggota, kalo ini ujian DAN artinya itu udah level pelatih dan zona Banten artinya pesertanya dari seluruh banten,” Katanya di di hotel Mambruk Anyer Minggu (12/12/2020) Kemarin.
Lanjutnya, jumlahnya dibatasi oleh kapolsek karena protokol covid hanya dibolehkan maksimum 50 orang dalam satu gedung. sebenernya ujian nya sudah ketinggal lama karena tidak bisa dilakukan secara online harus secara fisik apalagi dewan guru nya dari Jakarta,” Terang dia.
Akhirnya dengan protokol covid kita jalani rencananya sebulan yang lalu tapi waktu itu Cilegon merah langsung pusat mengatakan stop dulu. Nah.. ini pas mau Pilkada orange jadi agak tenang.
Tapi prinsipnya kita kan faktor antara kesehatan sama Covid-19. Dua hal yang saling menguatkan.
Maksudnya, kalo orang itu sehat, olahraganya kuat, nutrisi baik, bisa melawan virus tapi kalo orang cuma dirumah terus gimana dia mau olahraga?
Ini yang kita pikir mundur-mundur gimana kita mau jalan katanya new normal itukan yang saya pikir Pilkadanya waktu orang kampanyenya 50 orang!!
“Masa kita tidak bisa. Anggota karate kan udah terbiasa disiplin, Ucapnya.
Nah.. protokol kesehatannya buat yang dari luar kota itu.. yah perlu test rapid lah standarlah yah,” Imbuhnya.
Kalo pelatih sih sebenernya dari Banten tapi pengujinya dari jakarta jadi yang mengesahkan itu harus dewan guru dan dewan guru itu dari Jakarta asalnya, nah kalau pelatih-pelatih ini sebagai asisten penguji.
Hari ini harus selesai, jadi ujiannya belum dimulai ini. Walinya kan sebenernya pak wali tapi beliau sambutlah dan kita sudah konsultasi. Tidak apa-apa kalo ujian karate pasti jaga jaraklah. Kita terus terang internal aja, kita lebih ke arah jalanya itu,” Jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, “karena minggu depan udah tidak bisa lagi udah liburan panjang, orang natalan, tahun baru, kalo liburan mau gimana yah.
Biasanya setiap tahun ujian karna ada syaratnya banyak lah, syratanya misalnya ada DAN 1 KE DAN 2 ke DAN 3 itu ada minimal waktunya juga.
Di DAN 1 minimal 2 tahun terus ada latihannya. Latihan terus jadi tidak setiap tahun bisa naik begitu. Disini semua bervariasi dari segala umur. Ada yang dari 5 tahun dan ada juga orang yang 50 tahun baru ikut karate.
Yang ikut karate tertua berusia 55 tahun, minimal sekitar 11 sampai 12 tahun dan maksimalnya tidak ada batas selagi ia masih kuat. Karna mereka nunggunya sudah lama jadi ujian tuh bisa 2 hari sekarang harus 1 hari karena waktu kan harus semakin cepat tidak boleh lama-lama.
Kalo bela diri inikan gerakan dasar ada sama seperti di perguruan lainnya lalu ada komite perkelahian 2 orang, karena adanya Covid-19, komite ini harus diatur tidak boleh bersentuhan istilahnya shadow atau bayangan. Karna takut ada kontak fisik. Jadi, karna Covid ini orang jadi berjarak, kandidat kandidat pelatih kalo ujiannya tidak jalan organisasinya macet tidak ada lagi orang karate padahal di O2SN itu ada.
Jadi jumlah peserta itu 80 karena batasnya 50 jadi separuhdi bagi menjadi 2 waktu sehingga tidak ada kerumunan dan sesuai anjuran pemerintah.
Yang diuji biasanya gerakan dasar , gerakannya standar sesuai tidak terus daya ingatnya ingat tidak terhadap gerakannya tidak banyak sih cuma buat mereka kan persiapannya panjang lah, setelah mereka diuji mereka mendapatkan ijazah.
Mungkin buat orang awam tidak ada manfaatnya tapi buat mereka misalnya masuk ke sekolah-sekolah yang berprestasi itu bisa di anggap, misalnya masuk ke kepolisian, masuk ke militer itu tingkatan itu pengaruh ada nilai plusnya (+) melewati jalur prestasi, “Tutupnya. (Kiki)


Komentar Via Facebook :