Brigjen Pol Ida Oetari, Wakapolda Kalteng Perempuan Pertama

Brigjen Pol Ida Oetari, Wakapolda Kalteng Perempuan Pertama

CYBER88 | Kalteng -- Brigjen Pol Ida Oetari Purnamasasi yang ditugaskan oleh Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo untuk menjadi Wakapolda Kalteng kini sudah mulai bertugas di Bumi Tambun Bungai. Ia dilantik oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mapolda Kalteng, Selasa (9/3).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Brigjen Pol Ida Oetari Purnamasasi merupakan polisi wanita (Polwan) kelahiran Probolinggo tahun 1964. Lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana(SIPSS) tahun 1987 tersebut mulai berkarir di Polda Jawa Timur sebagai anggota Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Setelah di PPA dan sejumlah jabatan lain di institusi Polri selama kurang lebih 17 tahun, Brigjen Ida pernah bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). Selama 3 tahun di BNN, ia menjabat sebagai direktur bagian rehabilitasi BNN.

Atas sejumlah prestasi pada setiap jabatan yang diamanahkan kepadanya, pada tahun 2013, Ida Oetari mendapatkan pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi. Pada saat itu, ia berusia 49 tahun dan menjadi Polwan termuda yang mendapat pangkat Brigjen.

Selain itu, amanah lain yang diembannya yakni sebagai Ketua Konferensi Polwan Sedunia, atau International Association of Women Police (IAWP).

Sebelum ditunjuk sebagai Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Ida Oetari Purnamasasi menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Gadikwa Lemdiklat Polri.

Ia turut dalam rombongan uji kelayakan dan kepatutan Jenderal Lystio Sigit sebagai calon Kapolri di DPR RI beberapa waktu lalu.

Usai dilantik sebagai Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Ida Oetari Purnamasasi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan kepada beliau dan bersedia untuk bekerja semaksimal mungkin untuk menyukseskan setiap program Kapolri dan juga Kapolda.

"Saya sangat bersyukur atas amanah yang diberikan. Saya akan bekerja maksimal dan bekerja sama untuk turut menyukseskan 4 fokus dari Kapolda yakni program pencegahan dan penanggulangan COVID-19, kebakaran hutan dan lahan, Food Estate dan ilegal mining," ujar Wakapolda saat diwawancarai.***

Komentar Via Facebook :