Diskusi Ringan PWRI Kabupaten Bogor, Singgung Pelayanan Publik

Diskusi Ringan PWRI Kabupaten Bogor, Singgung Pelayanan Publik

CYBER88 | Bogor -- Permasalahan pelayanan publik menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang dikritik masyarakat terhadap pemerintah. Sebab, pelayanan publiklah yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pers sebagai pilar keempat negara yang juga sebagai penghubung kesenjangan informasi antara masyarakat dengan 3 pilar lainnya, mengundang ketertarikan untuk membahas permasalahan ini.

Salah satu organisasi profesi wartawan, PWRI, wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ingin mengetahui lebih jauh pendapat masyarakat di lingkup pelayanan publik. Dengan merangkul Paguyuban Masyarakat Cibinong (PMC) dan aktivis pergerakan '98, PWRI Kabupaten Bogor mencoba menampung tanggapan.

Dipandu dari media Onews TV, obrolan berlangsung pada Minggu (30/5/2021) sore kemarin di Café Rakyat, letaknya di Green Patio Pondok Rajek, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dari sekian banyak hal yang dibahas pada diskusi itu, PMC lebih menyoroti pada kinerja pelayanan publik se-Kabupaten Bogor, terutama Gedung Pusdai yang penggunaannya dirasa 'tak jelas.

Selain itu, Aktivis '98, Joko Priyoski lebih membahas hal yang 'tak kalah penting, yaitu tentang permasalahan kepala dinas yang seakan "alergi" terhadap media.

Antusiasme yang begitu besar dari masyarakat untuk kemajuan negara, Rohmat, Ketua PWRI Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi atas banyaknya input. Juga, terhadap media-media yang memprakarsai adanya kegiatan itu.

Rohmat berharap, semua program yang ada dapat berjalan dengan baik. Kemudian pers dapat terus berupaya menjadi kontrol sosial yang lebih baik dan berkomitmen. "Yang sudah baik, kita apresiasi. Yang belum baik, mari kita berbaiki," tuturnya.

Ia pun menambahkan, "Bupati Bogor tidak bisa bekerja sendiri. Sehebat apapun program dan kebijakan yang sudah diagendakan, tidak akan berhasil tanpa dukunan dan sinergitas masyarakat. Jadi, saling sinergi itu penting bagi kemajuan Kabupaten Bogor."

"Saya harap Bupati Bogor bisa melihat, mendengar, dan mengambil sikap terkait permasalahan para 'pembantunya'. Kami semua termasuk wartawan, LSM, Ormas, paguyuban, dan aktivis siap membantu mensukseskan program-program yang ada, asal mau bersinergi dengan baik," tegas Rohmat.

Senada dengan Joko Priyoski sebagai aktivis '98, Sudarsono selaku Ketua PMC juga sedang menyoroti salah satu dinas. Terkait aset Pemda, Gedung Pusdai yang sedang ramai dibicarakan.

Iya menyebutkan, "Kami dari Paguyuban Masyarakat Cibinong, saat ini sedang menunggu jawaban dari dinas terkait surat yang kami kirim."

Komentar Via Facebook :