Demi Kemajuan Desa, Kades Cibentar Siap Dikritisi Warganya

Demi Kemajuan Desa, Kades Cibentar Siap Dikritisi Warganya

CYBER88 | Majalengka -- Warga Desa Cibentar Kecamatan Jatiwangi mengkritisi Pemerintah Desa terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh dana desa. Pasalnya, mereka menilai Kepala Desa Cibentar kurang transparan dalam pengelolaan anggaran.

Seperti disampaikan salah satu warga pada Cyber88.co.id, yang merasa ingin tau digunakan untuk apa dana desa tahap ke 1 tahun 2021 baik fisik maupun non fisik.

Tak hanya itu, ia pun mempertanyakan pembelian lahan di wilayah desa lain yang dilakukan oleh Kepala Desa.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Cibentar, Rosid Priyatna mengatakan, "saya sangat merasa berterimakasih atas segala kritikan warga melalui media Cyber88 terkait kinerja Pemerintahan Desa yang selama ini saya pimpin.

“Kritikan yang sifatnya membangun untuk kemajuan Desa, akan menjadi motivasi bagi kami untuk menjalankan roda pemerintahan menjadi lebih baik lagi kedepannya, “Ucap Rosid saat ditemui Cyber88.co.id, di Kecamatan Jatiwangi Senin (7/6/2021).

“Selama kami melakukan yang terbaik untuk masyarakat desa. Namun demikian, apapun yang menjadi kritikan dari masyarakat kami terima. Bahkan bila perlu bisa dimusyawahkan di desa, “Kata dia, yang kebetulan sedang bersama Ketua Forum Desa se Kecamatan Jatiwangi, Abdul Toyib.

“Adanya keinginantahuan warga, itu merupakan hal yang wajar, “Imbuh dia.

Untuk menghindari kesalahpahaman, Rosid pun menjelaskan,  kata dia, terwujudnya pembangunan yang dikritisi warga, dalam segala hal yang menyangkut pelaksanaan APBDesa, kami  selalu bekerja sama dengan pihak lembaga masyarakat antara lain BPD, LPM, tokoh masyarakat dan semua elemen yang ada di desa.

Itupun merupakan upaya kami agar pembangunan di segala bidang bisa terlaksana. Karena sudah dua tahun ini, dana desa tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kamipun melaksanakannya sesuai dengan juklak dan juknis, yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Seperti halnya untuk penagulangan sarana bencana Covid-19.

Bahkan, lanjut dia, warga kami telah terjangkit positif Covid-19 sejumlah 7 orang, bahkan ada yang meninggal dunia,  kamipun mengalokasikan dana sesuai peraturan yang berlaku.

Semuanya, kamipun secara transparan telah menyampaikan pada masyarakat. Tapi ya.. mungkin ada diantara masyarakat yang tak mengetahunya, “Tutur dia.

Lebuh lanjut Rosid menjelaskan, “Untuk pengajuan pembelian kendaran oprasional, Kades menjelaskan, sehubungan tidak diperbolehkan maka kamipun melaksanakan padat karya pelaksana proyek saluran Air tepatnya diblok Sabtu atau blok kepuh wetan.

Terkait adanya tudingan pembelian tanah, Rosid mengungkapkan, "walaupun saya menjabat sebagai kades, namun saya juga mempunyai usaha dibidang jual beli kendaraan. Bahkan belum lama dapat keuntungan dan langsung saya belikan tanah.

“Keluarga sayapun yaitu anak, bergelut dibidang bisnis. Jadi mohon maaf apa yang saya beli bukan hasil dari anggaran-anggaran tersebut, “Tandasnya.

Terkait adanya kritikan, hal senada disampaikan Abdul Toyib, Ketua Forum Desa kata dia, “adanya kritikan-kritikan dari masyarakat yang sipatnya membangun itu suatu kewajaran.

Sebab menurutnya, tanpa adanya kritikan maka kitapun tidak akan tau apa kekurangan kita selama menjadi kepala desa. Kita pun merasa bangga pada masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan segala kegiatan di lingkungannya.

Bahkan, lanjut dia, kita selalu bermitra dari pihak manapun, termasuk pihak jurnalistik selaku layanan informasinya. Maka dari itu kami sampaikan kepada semua kepala desa agar selalu menerima kritikan dari siapapun sebagai kontrol, “Ujar Kepala Desa Cibolerang ini.

“Insyaallah kedepannya kami para kepala desa akan terus meningkatkan kinerja, untuk menciptakan desa yang Ramah, Aman, Sejahtera serta Raharja, “Pungkas Abdul Toyib. [ttg]

Komentar Via Facebook :