Pasien Isoman: Kesigapan Gugus Tugas Covid-19 Jangan Cuma Pencitraan, Tapi Harus Nyata
Ilustrasi (Gambar Web)
CYBER88 | Bandung -- Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus berlanjut, tak terkecuali di Kota Bandung, Jawa Barat. Namun bagi sebagian masyarakatnya, peran Gugus Tugas tak berjalan seefektif pencitraanya.
Toto (nana samaran), warga Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, divonis positif Covid-19 bersama istri dan kedua anaknya pasca melakukan tes swab. Hasil tes tersebut ia laporkan ke pihak Puskesmas melalui ponsel, tapi tidak langsung ditanggapi.
Tiga hari berselang, dirinya tak kunjung dapatkan perhatian dari Gugus Tugas setempat termasuk RT dan RW. Ia merasa respon petugas sangat lamban, mengingat tak ada tanggapan apapun yang padahal menurut berita, Covid-19 ini sangat berbahaya dan mematikan
Isolasi yang mengurung ditambah ketakunannya akan wabah yang mengancam keluarganya, membuat Toto kesal. Melalui ponselnya, Toto memarahi pihak Puskesmas, setelah itu barulah datang bantuan obat-obatan dari Puskesmas yang dianggap Toto sangat seadanya.
Ia sangat mengharapkan sigapnya respon Gugus Tugas menangani hal ini, minimal di hari pertama mendapat obat-obatan untuk meminimalisir perkembangan virus di dalm tubuhnya, kemudian penyembuhan dan pemulihan.
"Sangat disayangkan," menurut Toto, "Anggaran penanggulangan Covid-19 yang katanya sangat besar, dapat dimaksimalkan seefektif mungkin. Distribusi bantuan juga harus dilakukan sesegera mungkin, karena informasi yang beredar harus sesuai seperti yang terjadi, jangan sampai menjadi hoaks!"


Komentar Via Facebook :