Kasus Suntikan Vaksin Dua Dosis Sekaligus, Kadis Kesehatan Kepri: Tidak Ada Vaksin Membunuh Orang

Kasus Suntikan Vaksin Dua Dosis Sekaligus, Kadis Kesehatan Kepri: Tidak Ada Vaksin Membunuh Orang

CYBER88 | Kepri - Mohammad Bisri, Kadis Kesehatan Provinsi Kepri turut angkat suara terkait pemberian cairan vaksin dua dosis pada rentan waktu kurang dari 24 jam tidak menjadi penyebab kematian Hartijo, warga Perumahan Bapede, Batam Center, Kepri.

Hartijo diketahui mengalami penurunan daya tahan tubuh pasca menerima dua suntikan vaksin saat mengikuti program vaksinasi yang di prakarsai oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada Minggu (11-Juli -2021) lalu. Jumat, (06/08/21)

Bisri menepis bahwa penyebab kematian almarhum Hartijo disebabkan oleh pemberian cairan vaksin tersebut. Bahkan ia menilai bahwa pemberian vaksin dua dosis kurang dari 24 jam tidak menyebabakan seseorang meninggal dunia.

"Yang jelas pemberian vaksin dua dosis tidak masalah, tidak pernah vaksin membunuh orang, tidak ada" ucapnya di Kajati Kepri kepada beberapa media pada Kamis (5/8/2021) pagi.

Bisri menilai bahwa pemberian vaksin selama ini tidak pernah membunuh seseorang, termasuk dosis yang diberikan kepada Hartijo.

"Evaluasi tetap kita lakukan, karena yang bersangkutan (Hartijo, red) waktu di tanyakan udah di vaksin apa belum, Dia (almarhum) menjawab belum, makanya di vaksin lagi," tutupnya.

Sebelum meninggal, Hartijo diketahui mendapat perawatan di Rumah Sakit karena kondisi badannya yang mulai melemah,  Hartijo dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam pada Kamis (22/7/21). Pihak rumah sakit melakukan tes swab dan Hartijo dinyatakan postif Covid-19. Kemudian almarhum meninggal pada Rabu (28/7/21). Keluarga Hartijo pun saat ini tengah menjalani isolasi mandiri. (Red/Alif)

Komentar Via Facebook :