Mengenal Mawar Lestari, Pembawa Baki Bendera Pusaka Tingkat Kabupaten Bandung
CYBER88 | Bandung - Mawar Lestari sebagai pembawa baki pada pelaksanaan penurunan bendera merah putih pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Kabupaten Bandung tahun 2021, Selasa (16/8/2021).
Putri asal Bandung tersebut merupakan siswi kelas 2 SMAN 1 Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gadis kelahiran Bandung pada 26 Maret 2004 silam berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya bernama Jajang Jayusman dan ibunya Titin Sulastri yang bekerja sehari-hari sebagai wiraswasta.
Mawar sempat mengatakan, menjadi seorang paskibraka adalah cita-cita saya sejak kecil. Sejak SMP ia mengikuti ekstrakulikuler Paskibra dan mencoba segala kesempatan sampai akhirnya terpilih menjadi paskibraka tingkat Kabupaten Bandung pada tahun 2021.
“Seperti mimpi yang menjadi nyata, saya berbercita-cita ingin jadi Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad),” ujarnya.
Ia 'tak pernah menyangka dirinya dipercaya menjadi pembawa baki pada pelaksaan penurunan bendera merah putih pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tingkat Kabupaten Bandung, ini merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi dirinya dan orang tuanya.
Pandangan dari pelatih dan teman dekatnya yang sempat diwawancarai:
Maylani Audria Anjani (PPI Angkatan 2015 - Pelatih Paskibraka Kab. Bandung 2021) mengatakan, “Mawar Lestari adalah anak yang bersahaja, tidak pernah aneh-aneh dan seorang yang penurut. Dia terlihat menjadi support system teman-teman yang lainnya dan mau terus membantu ketika ada temannya tertinggal. Dia sosok yang peduli dan juga memiliki inisiatif yang baik.”
Nizwa Qania (SMAN 1 Cicalengka Bandung), “Mawar sosok teman yang peduli, selalu berinisiatif bertindak lebih dulu demi kepentingan teman-temannya, dan selalu menyemangati terhadap teman-temannya dalam situasi dan kondisi bagaimanapun.”
Rostiana Fadila (SMAN 1 Margaasih), “Mawar anak yang baik dan perhatian tidak pernah melebih-lebihkan sesuatu dalam segi apapun dan rela berkorban untuk teman-temannya.”
Meski begitu, Mawar masih merasa tidak menyangka dirinya mampu mencapai tahap ini. Ia mengatakan, “ Saya berterima kasih kepada Allah SWT kepada kedua orang tua, guru-guru saya, pelatih, dan pembina PPI Kabupaten Bandung, maupun pelatih dari Pusdiklat Paskhas Lanud Sulaiman Margahayu Bandung.”


Komentar Via Facebook :