Grup Band Pertuni Ramaikan HUT RI, Rifai: Keterbatasan Hanya Untuk Yang Lemah

Grup Band Pertuni Ramaikan HUT RI, Rifai: Keterbatasan Hanya Untuk Yang Lemah

CYBER88 | Cilegon - Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 76, para Tunanetra yang tergabung dalam organisasi Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) melakukan kegiatan event music yang di lakukan secara live streaming di depan aula ruang music Sekolah KHusus Negri (SKHN )1 Cilegon yang beralamat di jalan Elang, Perumnas BCK blok B RT 04/09 Cilegon. Selasa, (17/8/21).

Rifai yang merupakan ketua PERTUNI Kota Cilegon dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk semangat juang dari pada para disabilitas dalam merayakan hari Kemerdekaan RI.

"Juga hari yang sangat bersejarah buat PERTUNI yang mana kami pertama kali melakukan Event Virtual Live Streaming.

Adapun acara ini kami tujukan untuk seluruh mata dunia bahwa kami walau dengan keterbatasan dan kekurangan masih bisa melakukan apa yang teman-teman normal bisa lakukan dan bagi kami, kekurangan hanya untuk menunjukkan kelemahan," ujarnya

Rifai berharap kepada Walikota Helldy Agustian dan pemerintahan kota Cilegon bisa memenuhi kebutuhan grup band sesuai poksinya yang mana juga sudah tercantum dalam undang-undang perlindungan disabilitas no.8 tahun2016.

"Kami sangat berharap pemerintah bisa mengcover dan merangkul kami. Jangan bedakan kami dengan yang normal, kami juga berharap ada satu tempat buat kami untuk tinggal, seperti asrama lah karena kami para tuna netra sangat lah sulit bila melakukan perjalanan. Kami harus di antar sehingga walaupun sekolahnya gratis biaya mobilitasnya yang lumayan, mungkin nanti setelah ada tempat kami akan lebih mudah mengadakan kegiatan yang bersifat keagamaan.

 Terima kasih juga untuk para sponsor PT kakatau posco. Kodim. 0623/Cilegon, AL Banten. Asdp pelabuhan Merak, ACT,  Banten tv. Lugas Tv. CYBER88 yang sudah membantu sehingga acara ini berlangsung dengan lancar," tutupnya.

Taufik Irawan ketua pelaksana dari Banten Management Talent saat di jumpai media menyampaikan suka dukanya dalam mendidik dan mengarahkan para personil yang di khususkan dalam acara ini.  

"Semula memang mengalami kesulitan karena mengarahkan mereka tidak seperti orang yang normal perlu pendekatan secara batin karena emosional mereka berbeda dengan orang normal, tapi selanjutnya setelah lebih dalam mengenal kepribadian mereka sudah lebih mudah di arahkan," jelas Taufik. 

Harapan saya kedepan Disnet band bisa menjadi sesuatu yang bisa di banggakan. Personil yang terdiri dari para tunanetra bukan berarti mereka tidak bisa. Sesuai tema hari ini, "Walaupun kami tidak bisa melihat kami masih bisa berbuat, walaupun kami tidak bisa melihat kami bisa bermanfaat untuk Negeri ini.

"Tak kenal maka tak mengerti, tak mengerti maka tak akan peduli, dan semua ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Kami butuh bersinergi dengan pemerintah dan para pendukung lainnya. Target penayangan live streaming 500 tayang di luar dugaan mencapai 724 tayangan yang menonton ini merupakan suatu prestasi dan di sela-sela acara mereka melakukan telewicara melalui vidio call dengan artis nasional Ady ex Naff dan Ady memberikan dukungan kepada anak-anak tunanetra pada umumnya khususnya Disnet band agar terus berkarya dan jangan patah semangat dengan kekurangannya," ucapnya.

Tidak hanya pintar bermain music, salah satu dari mereka merupakan putra bangsa yang patut di banggakan, seperti Abdul Mukti (25) memiliki banyak prestasi.

Di jumpai saat selesai acara Mukti membagikan ceritanya dimana saat menduduki bangku SMP, Mukti mencetak prestasi sebagai juara 2  penyanyi solo tingkat propinsi.

"Juara 1 catur di Palembang mewakili provinsi Banten, setelah SMA saya mengikuti event olimpiade matematika juara 3 nasional dan catur nya juara 3 dan juara 2 nasional dan dari 2011-2020 terus mengikuti kejuaraan catur dan terus menjadi juara 1.

Saat ini Mukti sedang meraih pendidikan semester akhir di Untirta semester 2 jurusan pendidikan khusus yang mana nanti selesai kuliah akan menjadi guru sekolah kebutuhan khusus (SLB)," pungkas Mukti menutup ceritanya.

Komentar Via Facebook :