Tidak Ada EM4 Ini Gantinya
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Tempe
CYBER88.CO.ID -- Mikroorganisme lokal (MOL) dalam bentuk pupuk organik cair adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia.
Dilansir laman Kementerian Pertanian RI, Rabu (2/11/2022), larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang tumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman.
Dengan demikian, MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida organik, terutama sebagai fungisida. Salah satu aktivator yang cukup murah adalah larutan MOL.
Tiga bahan utama dalam larutan MOL adalah sebagai berikut.
Karbohidrat
Bahan ini dibutuhkan bakteri atau mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas atau nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak atau bekatul, dan lain-lain.
Glukosa
Bahan ini juga merupakan sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan. Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira, dan sebagainya.
Sumber bakteri
Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urin kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja.
Biasanya dalam MOL tidak hanya mengandung satu jenis mikroorganisme, tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp, dan bakteri pelarut fosfat.
Adapun beberapa manfaat dan keunggulan MOL antara lain sebagai berikut.
1.Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
2.Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
3.Bahan yang digunakan cukup murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri.
4.Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis atau kimiawi.
5.Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan berisiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis.
6.Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.
7.Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga.
Anda dapat membuat pupuk organik cair atau MOL salah satunya dengan menggunakan tempe.
Berikut cara membuat pupuk organik cair dari tempe.
Bahan dan alat yang dibutuhkan
1.1 liter air cucian beras
2.Terasi basah sebesar ibu jari. (Jangan gunakan terasi buatan pabrik)
3.sendok makan gula pasir
4.Tempe ukuran 5 x 10 cm
5.Botol
Cara membuat
Potong-potong terasi masukkan ke dalam air leri alias air cucian beras.
Masukkan gula pasir sebanyak 3 sendok makan ke dalam botol yang berisi air leri.
Potong dadu tempe dan masukkan ke dalam air cucian beras, usahakan posisi mengapung di dalam botol untuk proses pertumbuhan jamur. Saat memasukkan tempe ke dalam botol, pastikan posisi botol stabil dan tidak goyang.
Lubangi tutup botol dengan jarum, Kemudian tutup rapat botol.
Simpan di tempat yang teduh, terhindar dari panas matahari.
Setelah lima sampai tujuh hari, tempe akan diselimuti oleh jamur berwarna putih.
Setelah 10 hari pembuatan, lakukan penyaringan dan siap diaplikasikan sebagai pupuk dan pestisida.
Campurkan larutan sebanyak 5-10 ml dengan 1 liter air. Lakukan pengaplikasian dengan cara dikocor atau disemprot pada pagi atau sore hari.
Selamat Mencoba.


Komentar Via Facebook :