Pelaksanaan Operasi Ketupat Disesuaikan Dengan Karakteristik Daerah
CYBER88 | Maluku - Kepolisian Daerah Maluku menggelar Operasi Ketupat Salawaku 2023 untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah di provinsi Maluku. Terdapat sebanyak 4.923 personel gabungan dikerahkan. Operasi Ketupat Salawaku dilaksanakan melalui apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Maluku Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (17/4/2023).
Apel gelar pasukan dipimpin Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif. Turut hadir Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, Danlantamal IX/Ambon, Danlanud Pattimura, Kabinda Maluku, Wakajati Maluku, dan stakeholder lainnya.
Sebelum pelepasan pasukan, Kapolda Maluku didampingi Gubernur, Pangdam dan Forkopimda lainnya mengecek kesiapan pasukan yang terdiri dari personil TNI, Polri, Satpol Pp, Basarnas dan instansi lainnya.
Operasi Ketupat Salawaku secara resmi dilepas melalui penyematan pita tanda operasi kepada tiga perwakilan yaitu dari personel Pomdam XVI/Pattimura (mewakili unsur TNI), Ditlantas Polda Maluku (Polri) dan Dishub Provinsi Maluku (Pemerintah Daerah).
Sebelum membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Lotharia Latif, pertama-tama memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Maluku yang berkesempatan hadir.
"Kehadiran forkopimda Maluku menunjukan soliditas dan sinergitas dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan yaitu operasi ketupat salawaku 2023 ini, kita semua sungguh-sungguh dan akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Maluku. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pasukan," katanya.
Operasi Ketupat 2023 melibatkan 148.261
personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka dan Mitra Kamtibmas lainnya.
Kepada wartawan, Kapolda Maluku mengatakan, pelaksanaan operasi ketupat disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Karakteristik wilayah Maluku adalah kepulauan, sehingga yang menjadi konsen dan fokus pengamanan yakni pada pelabuhan dan alat-alat angkut lainnya baik udara maupun kapal.
"Personel yang dilibatkan kurang lebih 4.923 orang, yang terdiri dari 3.889 dari Polri, TNI 589, dan 445 personel dari instansi terkait," kata Kapolda didampingi Pangdam Pattimura.
Selain pengerahan ribuan personil untuk mengamankan lebaran Idul Fitri, Polda Maluku juga menyiapkan Pos PAM sebanyak 48 unit, Pos Pelayanan 22 dan Pos Terpadu 10 unit. Puluhan Pos tersebut tersebar di seluruh jajaran Polda Maluku.
Khususnya pemudik di wilayah Maluku, Kapolda mengingatkan yang paling utama adalah menjaga keselamatan diri masing-masing. Ikuti semua petunjuk dan SOP dari petugas yang telah ditetapkan.
"Kita berharap semua penanggung jawab baik itu angkutan darat, laut dan udara dapat menyiapkan akomodasinya dengan baik. Kita amankan masyarakat yang melaksanakan mudik dengan sebaik-baiknya," pintanya.
Kapolda mengaku telah menghimbau pihak sahbandar, perhubungan laut agar dapat mengantisipasi kapal cadangan, jangan sampai masyarakatnya banyak namun kapalnya tidak siap.
"Peran dari teman-teman media juga sangat penting terus menginformasikan kepada publik tentang jam-jam perjalanan, cuaca dan sebagainya. Saya kira ini sangat penting," katanya.
Terkait dengan daerah yang menjadi pengamanan khusus, Kapolda mengaku diantaranya transportasi, Pelabuhan besar yang dilewati kapal dan Bandara. Ini menjadi atensi Polda Maluku.


Komentar Via Facebook :