Sejumlah Awak Media Keluhkan Macetnya Pembayaran MoU dengan Pemkab Pangandaran

Sejumlah Awak Media Keluhkan Macetnya Pembayaran MoU dengan Pemkab Pangandaran

CYBER88 | Pangandaran, -- Sejumlah awak media cetak dan online yang telah membangun kerjasama dengan Pemerintah Daerah Pangandaran keluhkan macetnya pembayaran dari bagian umum.

Sinta, Biro priangan timur media Aspirasi Jabar menceritakan bahwa pada ahir tahun 2021 dirinya mengajukan MoU melalui bagian umum Pemda Pangandaran melalui Dedi.

"Pebruari 2022, saya menerima uang dari bagian umum sebesar 200 ribu secara cas sebagai langganan atau Mou dari pak dedi untuk satu bulan, untuk bulan maret 2022 saya menerima uang 100 ribu. setelah itu, saya tidak pernah menerima kembali pembayaran langganan hingga sekarang 6 September 2023.

Terpisah, Nana Suryana perwakilan media Radar Pangandaran biro Pangandaran juga membangun kerjasama (MoU) dengan Pemda Pangandaran sebesar Rp.700 ribu per bulan dengan pengiriman koran sebanyak 4 kali.

Namun, lanjut dia, dari Januari sampai Desember 2021 hanya dibayar 8 bulan dan sisanya 4 X 700 ribu hingga sekarang tidak dibayar. 

Tahun 2022, Mou menurun menjadi 400 ribu per bulan. Bulan Desember 2022 belum dibayar hingga sekarang. begitupun tahun 2023, pembayaran baru dilakukan hingga bulan Juni, sedangkan untuk bulan Juli, Agustus dan September belum dibayar hingga saat ini', Ungkapnya.

Ditemui Cyber88.co.id, Dedi, analisis bagian umum Pemda Kabupaten Pangandaran menjelaskan bahwa anggaran untuk langganan media di bagian umum sebesar 7.800.000 per bulan. Sementara, total media yang sudah Mou ada 27 media.

"Pembayaran kepada rekan - rekan media dilakukan setiap  bulan berdasarkan kwitansi. adapun yang belum dibayar, karena rekan - rekan media belum mengasih kwitansi kepada kami," Kata Dedi di ruang kerjanya, Rabu (6/9/2023).

Sementara, menurut Asep Haris, Kabag umum Pemkab Pangandaran untuk anggaran MoU media sebesar 8.450.000 per bulan bukan 7.800.000 seperti dikatakan Dedi. Sedangkan untuk jumlah media yang melakukan MoU sebanyak 25.

"Insyaalloh, hari senin saya panggil yang bersangkutan supaya lebih jelas dan detail, Ujar Aep yang menyebut sedang menjenguk Bupati Pangandaran yang dirawat di Bandung melalui pesan WhatsApp.

Adanya keterangan yang berbeda antara analis bagian umum dan Kabag tentu saja menimbulkan sejumlah pertanyaan di benak para awak media.

Dedi dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran untuk dana publikasi dan MoU.

Para awak media yang melakukan MoU pun meminta adanya penjelasan dari Dedi. (Samsu)

Komentar Via Facebook :