Proyek Pembangunan RKB SMAN 1 Cipatat, Dinilai Gunakan Material Yang Tidak Berkualitas

Proyek Pembangunan RKB SMAN 1 Cipatat, Dinilai Gunakan Material Yang Tidak Berkualitas

CYBER88 | Bandung Barat - Pembangunan ruang kelas baru SMAN 1 Cipatat yang menelan anggaran 1,3 miliar lebih untuk 4 ruang kelas yang dilaksanakan oleh CV Dinar Jaya Kusuma dengan masa kerja 100 hari, baru berjalan sekitar 4 minggu namun diduga sudah kelihatan bermasalah. 

Sangat disayangkan dengan anggaran sebesar itu diketahui bahwa perusahaan konstruksi ini diduga menggunakan material yang tidak berkualitas serta para pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja dan diduga mengabaikan K3, yang bertentangan dengan spanduk yang mereka pasang. 

Saat cyber.co.id mencoba mengkonfirmasi hal tersebut, di lokasi proyek tidak ada pelaksana lapangan maupun konsultan proyek, hanya ada petugas logistik yang sehari-hari stanby di lokasi, kata para pekerja, kamis(16/10). 

Agi, petugas logistik menyampaikan bahwa pelaksana dan konsultan sedang rapat di Kantor KCD Pendidikan wil VI. 

Ketika ditanyakan perihal kualitas bata merah yang sangat jelek karena banyak yang patah sehingga terkesan seperti barang BS dan semen yang menggunakan merek rajawali, Agi mengatakan bahwa barang tersebut dikirim langsung oleh pihak kantor. 

Material ini dikirim dari pihak kantor dan sudah saya komplen untuk tidak menggunakan bahan ini lagi, jelas Agi. 

Dan mengenai para pekerja yang tidak menggunakan APD, saya sudah sering mengingatkan kepada mereka tapi seringkali tidak di indahkan, keluhnya. 

Tentunya ini sangat berbahaya karena hampir semua pekerja tidak memakai sepatu bot, helm dan alat pelindung diri lainnya dan bertentangan dengan spanduk yang mereka pasang.

Pelaksana atau pihak kantor tidak pernah ke lokasi dan baru direncanakan akan datang pada saat pengecoran dak nanti, kata Pudin pelaksana yang dipercayakan dilokasi, jumat(17/10) 

Semua masukan dari rekan-rekan dan masyarakat akan saya sampaikan nanti kepada pihak kantor Pa, karena saya juga tidak bisa menjelaskan lebih detail dan hanya dipercaya memantau pengerjaan dilapangan, jelas pudin

Diharapkan segera ada perbaikan dari pihak pengusaha mengenai material yang dinilai kurang berkualitas ini dan pihak konsultan seharusnya ada di lapangan agar bisa memantau pengerjaan proyek, kata salah seorang tokoh masyarakat di cipatat yang tidak mau disebutkan namanya. 

Dan bagaimana nanti pertanggungjawaban dengan material yang telah dipasang apakah harus dibongkar kembali, makanya pihak konsultan harus ada setiap hari sesuai tupoksinya, imbuhnya. 

Jangan main-main dengan proyek provinsi karena semua sekarang dipantau langsung oleh bapak Gubernur, pungkasnya. (Yus')

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :