Mengenal Sejarah Kebun Raya Bogor

Mengenal Sejarah Kebun Raya Bogor

CYBER88, BOGOR - Salah satu paru-paru dunia itu berada di jantung Ibu Kota Bogor, Jawa Barat, yang salah satu tumbuhan nya yaitu pohon Leci mencapai umur 192 tahun, Kebun Raya tertua di Asia Tenggara itu merupakan surga kecil di dunia, dari awal pendiriannya menjadi pencetus lahirnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Indonesia tercipta dengan kekayaan hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil, berada di garis khatulistiwa, matahari yang bersinar konstan 12 jam setiap hari. Anugerah ini menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia, ditumbuhi jutaan flora. Upaya melestarikan alam yang menjadi salah satu ruh pendirian Kebun Raya Bogor telah dimulai Bangsa Indonesia sejak lama.

Berdasarkan Prasasti Batutulis yang terletak di Bogor Selatan, Kebun Raya Bogor merupakan hutan samida (hutan buatan) yang dibangun oleh Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pajajaran. Hutan samida dibangun untuk menjaga kelestarian lingkungan serta tempat untuk memelihara benih-benih kayu yang langka. Kini Kebun Raya Bogor memiliki lima fungsi selain sebagai pusat penelitian, pengembangan konseervasi eks situ, juga sebagai sarana pendidikan lingkungan, jasa lingkungan, dan wisata.

Kelima fungsi telah berjalan selaras selama dua abad. Pendirian Kebun Raya Bogor Setelah Kerajaan Pajajaran ditaklukkan oleh Kesultanan Banten, hutan samida kemudian dibiarkan begitu saja. Hingga tahun 1745 Gubenur Jenderal Belanda Gustaaf Williem Baron van Imhoff membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya.

Rumah peristirahatan itupun diberi nama "Buitenzorg" yang artinya 'bebas dari masalah atau kesulitan'. Buitenzorg kini menjadi Istana Bogor yang jadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo. ( Agus F )

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :