Gerbang Disinfektan di Mesjid Miftahul Khoer Sadangsari Margahayu Selayan Bandung

Gerbang Disinfektan di Mesjid Miftahul Khoer Sadangsari Margahayu Selayan Bandung

CYBER88.CO.ID | Bandung - Saat giat penyemprotan yang dilakukan oleh WN 88 Bandung, di daerah Sadangsari RW 12 Desa Margahayu Selatan Kabupaten Bandung Jawa Barat, sore tadi, terlihat hal yang cukup unik saat tim siaga covid 19 WN 88 melakukan penyemprotan di area mesjid Miftahul Khoer, Rabu (15/04/2020)

Seperti halnya yang dilakukan di Mesjid jami Ash Sidik yang masih satu RW dengan Mesjid Miftahul Khoer, tetap menjalankan ibadah di mesjid secara berjamaah di tengah larangan untuk kegiatan yang menimbulkan massa berkumpul.

Di mesjid Miftahul Khoer, ada ketentuan sebelum jamaah atau warga yang melakukan sholat di mesjid, harus dulu melintasi gerbang yang ada di dekat batas suci mesjid. Gerbang itu dilengkapi dengan sistim pengaman yang menyemburkan cairan disinfektan saat ada yang melintas di sana.

Edwin Fentando, DKM Mesjid Miftahul Khoer dan Ketua WN 88 Bandung Raya

Semua itu dilakukan demi kenyamanan warga yang mau beribadah di mesjid dan tidak dihantui rasa ketakutan berdekatan dengan orang lain di tengah adanya pembatasan sosial (Social Distancing) dan Physical Distancing yang kini di berlakukan oleh pemerintah, kata H.Syahidin Ketua DKM Mesjid Miftahul Khoer pada awak media Cyber88

Pihak DKM juga mengatakan selain pengamanan di gerbang yang sengaja di rancang, setiap orang yang mau melaksanakan ibadah juga harus mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Dan di dalam mesjid pun tetap ada pembatas 1 meter antar sesama warga yang melakukan ibadah, terangnya.

H.Syahidin juga mengucapkan terimakasih kepada tim WN 88 yang telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di area mesjid dan pembegian masker terhadap para jemaah yang ada di sana.

Edwin Fentando di Depan Mesjid Miftahul Khoer Bandung

Melihat adanya hal yang unik itu, Edwin Fentando Ketua Umum WN 88 merasa kagum dan berkomentar,

"Ini bagus, bisa di jadikan percontohan di mesjid-mesjid lain supaya orang beribadah merasa nyaman",

Selanjutnya Ketua Umum WN 88 meminta kepada anggota yang ada di bandung untuk mensosialisasi apa yang mereka lihat, karena menurutnya, bahwa ibadah itu tidak boleh ada pembatasan, tapi harus tetap berjaga-jaga dan yang harus di perhatikan adalah penyebab primer dari penyebaran covid 19 itu, yaitu melalui, mulut, dahak, batuk serta bersentuhan tubu, jelasnya. (Bambang)

Komentar Via Facebook :