Kuliner : Nasi Jamblang Favorit Cirebon

Kuliner : Nasi Jamblang Favorit Cirebon

CYBER88.CO.ID | Cirebon - Sega (nasi) Jamblang dibuat oleh H. Abdul Latif seorang yang kaya dan masih keturunan Keraton Kanoman Cirebon. Dia punya istri yang pandai masak namanya Tan Piaw Lun.

Namun orang Jamblang (nama desa di Cirebon) memanggilnya Nyai Pulung, karena masyarakat desa tidak terbiasa dengan logat Tionghoa. Nyai Pulung adalah keturunan buyut Cigoler (Njoo Kit Tjit) pendiri Kelenteng Jamblang. 

Pada tahun 1885 dibangun jalur kereta Api dari pelabuan Cirebon menuju Kadipaten, para pekerja pemasangan railway ini berasal dari Kuningan dan Indramayu. Prihatin dengan nasib pekerja ini H. Abdul Latif dan Nyai Pulung berinisiatif memberi bekal makan gratis kepada para pekerja.

Kemudian dibuatlah nasi yang diberi menu, ikan asin, tempe, tahu, cemplung, bregedel kentang dan sambal yang dibungkus dengan sudi, kemudian dikemas lagi dengan daun jati. Sebab di belakang rumah nyai Pulung banyak tanaman pohon jati.

Menurutnya nasi itu dibagikan secara cuma-cuma kepada para pekerja. Nasi dan lauknya enak dimakan, awet tidak basi sampe malem dan biayanya relatif murah, itulah yang jadi filosofi nasi jamblang, ungkapnya.

Lebih lanjut menjelaskn setelah jalur railway Kadipaten jadi, maka di Jamblang dibangun stasiun yang dikenal dengan nama Stasiun Jamblang. Tempat itulah yang kemudian jadi sentra distribusi nasi Jamblang ke kota Cirebon dan Kadipaten, jelasnya.

Sementara itu Isna warga Cirebon mengatakan menu khas ini merupakan favorit saya beserta teman saat kumpul kita sering makn nasi Jamblang, selain rasanya yang enak serta pas buat citra rasa kita, harganya pun masih terjangkau dari segala kalangan baik bagi masyarakat Cirebon maupun wisatawan lokal maupun internasional yang mampir untuk makan nasi Jamblang, ungkpnya. (Red)

Komentar Via Facebook :