Data ganda, 32 paket Bansos Covid-19 Provinsi terlantar di Kantor Desa
CYBBER88.CO.ID | KBB - Penyaluran Bansos Covid-19 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat tahap pertama di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung, Barat sebanyak 302 paket telah disalurkan sebanyak 270 paket dengan sisa 32 paket tidak dapat disalurkan kepada masyarakat dikarenakan data yang tertera setelah dicek oleh tim verifikasi Desa ternyata telah tercover dari APBN dan Dana Desa.
Disampaikan oleh Ade Sulaeman Kades Pangauban, hal ini sangat disayangkan karena disatu sisi kami prihatin dengan adanya masyarakat yang belum tercover bantuan tapi disisi lain kami juga tidak dapat menyalurkan Bansos tersebut kepada penerima lain karena akan melanggar hukum dan akan menjadi temuan.
Kami telah melaporkan masalah ini kepada Kantor Pos sebagai pihak ketiga penyalur dan telah mengembalikan uang tunai sebesar Rp.4.800.000.- Dan telur belum sempat dikirim karena setelah sembako diterima kami langsung melaporkan kejadian in. Sementara paket sembakonya masih ada dikantor Desa karena belum ditarik oleh pihak PT Pos, kata Ade pula.
Hal ini menjadi polemik di Desa Pangauban karena masyarakat dibawah telah mengira bahwa kami menimbun bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi, padahal kami juga telah meminta pendapat dari berbagai pihak terutama Camat Batujajar dan beliau menyampaikan jangan dibagikan dulu dengan mengganti nama penerima karena nanti akan menjadi temuan dan pihak Dinas Sosial Provinsi pun ketika dimintai pendapat tidak bisa mengambil kesimpulan karena ini wewenang dari Gubernur Jawa Barat.
Dikhawatirkan akan rusak karena terlalu lama disimpan Kami harap secepatnya ada perhatian dan penyelesaian untuk kasus ini terutama dari Bapak Gubernur Jawa Barat akan lebih baik bantuan ini dapat diserap oleh masyarakat dan tidak menjadi fitnah dilingkungan Desa Pangauban, “pungkas Ade. (Yusup)


Komentar Via Facebook :