Ancaman Wabah “Tick-Born” di China Munculkan Kekhawatiran Penularan Antar Manusia
CYBER88 - Saat seluruh dunia masih bergulat berjibaku melawan pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung, dan entah kapan akan berakhir, China saat ini menghadapi ancaman kesehatan baru.
Mengutip laporan media milik pemerintah Global Times Penyakit yang disebut dengan Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kutu atau ‘tick-borne’,telah menewaskan setidaknya 7 orang dan menginfeksi 60 lainnya sehingga memicu alarm tersendiri di kalangan otoritas kesehatan China.
Akibat dari virus tersebut, lebih dari 37 orang di Provinsi Jiangsu, China Timur, terjangkit Virus SFTS pada paruh pertama tahun ini.
Kemudian, 23 orang ditemukan telah terinfeksi di provinsi Anhui, China Timur, Seorang wanita dari Nanjing, ibukota Jiangsu, yang menderita virus tersebut menunjukkan gejala awal seperti demam, batuk.
Dokter menemukan penurunan leukosit, trombosit darah di dalam tubuhnya. Setelah satu bulan perawatan, dia keluar dari rumah sakit.
Mengutip First Post, sementara penyakit ini menular ke manusia melalui gigitan kutu, ahli virus China telah memperingatkan bahwa penularan virus dari manusia ke manusia tidak bisa diabaikan
Sheng Jifang, dokter dari rumah sakit Universitas Zhejiang, mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan. Pasien disebut dapat menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.
STFS sebenarnya bukan penyakit baru. Virus ini pertama kali diidentifikasi lebih dari satu dekade lalu oleh tim peneliti dari China.
Kasus pertama dilaporkan terjadi di provinsi Hubei dan Henan pada 2009.


Komentar Via Facebook :