Tembus Jalur Sungai, Manggala Agni Kejar Api di Pematang Pudu
Situasi Karhutla
CYBER88 | Pekanbaru — Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus dilakukan. Personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera bersama tim gabungan kini menangani kebakaran di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Bengkalis, Sabtu (8/8/2026).
Di Kabupaten Inhu, pemadaman di Desa Sungai Guntung Hilir telah berlangsung selama enam hari. Petugas saat ini menangani area terdampak sekitar 50 hektare dengan menyisir bagian tengah lokasi kebakaran.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas membentangkan selang sepanjang 450 meter yang terhubung dengan embung sebagai sumber air. Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau bagian tertentu dari kawasan yang terbakar.
Penanganan karhutla juga dilakukan di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran di wilayah tersebut diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan.
Tim Manggala Agni Daops Dumai harus menggunakan jalur sungai untuk mencapai lokasi. Perjalanan dengan perahu membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam sebelum personel tiba di titik kebakaran.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan akses melalui sungai menjadi jalur yang paling memungkinkan untuk menjangkau lokasi Pematang Pudu.
Tim tiba di lokasi pada Jumat (7/8/2026) siang dan langsung melakukan penyekatan guna mengendalikan pergerakan api.
Menurut Ferdian, kondisi cuaca dan vegetasi yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pemadaman di kedua wilayah tersebut. Khusus di Pematang Pudu, arah angin yang berubah-ubah disertai hembusan cukup kuat berpotensi membuat api cepat menyebar.
"Adapun di Sungai Guntung Hilir, kendala utama yang dihadapi petugas adalah pekatnya asap serta mulai mengeringnya pasokan air pada embung penampungan. Akses transportasi menuju kepala api di sisi utara kawasan tersebut juga belum terbuka sepenuhnya," katanya.
Untuk mempercepat penanganan di Inhu, tiga unit alat berat dikerahkan ke lokasi. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka akses baru sekaligus melakukan pengerukan pada embung yang menjadi sumber air bagi petugas.
"Selain itu, alat berat digunakan untuk membuat sekat bakar di sekeliling area terdampak di Indragiri Hulu. Pembuatan ilaran ini bertujuan memutus penjalaran api agar tidak meluas ke vegetasi hutan di sekitarnya," ujar Ferdian.
Sementara di Pematang Pudu, petugas menerapkan pola pemadaman dengan memantau perubahan arah angin dan membuat penyekatan secara manual.
Personel gabungan juga ditempatkan untuk mengantisipasi agar api tidak bergerak menuju permukiman maupun lahan produktif masyarakat.
Hingga Sabtu pagi, kebakaran di kedua kabupaten tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim masih bertahan di lapangan untuk melanjutkan pemadaman sekaligus melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar.
Ferdian memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan sampai seluruh lokasi dinyatakan aman. Selain pemadaman, petugas juga memprioritaskan kelancaran mobilisasi peralatan serta memastikan kebutuhan air tetap tersedia selama operasi berlangsung.


Komentar Via Facebook :