Helikopter Sisir 2.063 Mil Laut, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan
CYBER88 | Pandeglang – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda kembali diperluas. Memasuki hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan mengerahkan helikopter untuk menyisir wilayah perairan yang lebih luas, Senin (14/9/2026).
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk melakukan pencarian dari udara. Helikopter tersebut membawa personel Basarnas Special Group dan lepas landas dari kawasan Pantai Carita sekitar pukul 11.57 WIB.
Area pencarian udara yang ditetapkan mencapai sekitar 2.063 mil laut persegi, termasuk wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau dan sejumlah perairan di sekitarnya.
Penyisiran dilakukan sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, hingga pencarian berlangsung, tim belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga ABK Arupadhatu 1.
Kondisi cuaca di wilayah Pantai Carita saat operasi berlangsung dilaporkan berawan. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 5 hingga 20 knot dari arah tenggara, sedangkan tinggi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 2,5 meter.
Selain pencarian melalui udara, tim SAR gabungan juga terus mengerahkan sejumlah unsur kapal untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan.
Luasnya wilayah pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Meski demikian, operasi terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia dan menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi cuaca, arus, angin, serta perkembangan temuan di lapangan.
Delapan orang tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah kapal cepat Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Namun, kontak dengan kapal kemudian terputus dan hingga kini keberadaan seluruh penumpang serta awak kapal belum diketahui.
Sejak laporan kehilangan kontak diterima, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Hingga Senin siang, pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan Selat Sunda, sembari mengevaluasi perkembangan operasi untuk menentukan sektor pencarian berikutnya.
Di tengah luasnya wilayah yang harus disisir, keluarga korban masih menunggu kabar dan berharap operasi pencarian dapat menemukan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang tersebut.(FY)


Komentar Via Facebook :