Cari 5 jurnalis dan 3 awak kapal, KP Sanjaya sisir sektor Y, area pencarian capai 800 KM

Cari 5 jurnalis dan 3 awak kapal, KP Sanjaya sisir sektor Y, area pencarian capai 800 KM

CYBER88 | Cilegon, Banten – Memasuki hari keenam pencarian, Kapal Polisi (KP) Sanjaya dikerahkan untuk memperluas penyisiran terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

KP Sanjaya bertolak dari Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Cilegon, Banten, sekitar pukul 08.30 WIB, Sabtu (13/9/2026). Kapal tersebut diarahkan melakukan pencarian di sektor Y, tepatnya di wilayah Handeuleum menuju kawasan Ujung Kulon, Banten.

Dalam operasi tersebut, KP Sanjaya melakukan penyisiran bersama satu kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Komandan KP Sanjaya, AKBP Sherly Anggraini, mengatakan luas wilayah pencarian di sektor Y mencapai sekitar 490 mil laut atau kurang lebih 800 kilometer.

Kami hari ini diperintahkan untuk menyusuri wilayah sektor Y, tepatnya di wilayah Handeuleum dan mendekati Ujung Kulon, dengan jarak kurang lebih 800 kilometer. Pemantauan akan dilakukan secara manual dan menggunakan kamera thermal serta radar,” ujar Sherly.

Menurutnya, pencarian dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan pengamatan visual menggunakan binokular atau teropong. Petugas juga memanfaatkan radar dan kamera termal untuk mendeteksi objek di permukaan laut maupun benda yang dinilai mencurigakan.
KP Sanjaya mengerahkan sekitar 27 personel dalam operasi tersebut. Setiap benda mencurigakan yang ditemukan selama penyisiran akan diperiksa dan diamankan untuk selanjutnya dilakukan identifikasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap temuan yang berpotensi berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan.

Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga ABK terus diperluas ke sejumlah sektor di perairan Selat Sunda setelah speedboat Arupadhatu 1 yang membawa mereka hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Sertung, hingga wilayah perairan Lampung.

Hingga hari keenam, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Ferry Yuniar
 

Komentar Via Facebook :