Pencarian 5 jurnalis yang hilang oleh KRI Kerambit 627 belum membuahkan hasil
Pencarian 5 jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda 11/9/2026
CYBER88 | Lampung – Upaya pencarian lima jurnalis yang hilang setelah speedboat Arupadhatu 1 mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga kini belum membuahkan hasil.
Memasuki hari keempat operasi pencarian, Jumat (11/9/2026), KRI Kerambit 627 terus melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan lima jurnalis bersama tiga awak kapal yang hingga saat ini masih dalam pencarian.
KRI Kerambit 627 menyisir kawasan perairan sekitar Pulau Sertung dan Gunung Rakata, yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Penyisiran dilakukan untuk mencari tanda-tanda keberadaan para korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Dalam proses pencarian, kru KRI Kerambit sempat menemukan sebuah plastik hitam berukuran besar yang mengapung di laut di wilayah Gunung Rakata. Benda tersebut kemudian dipantau dan diperiksa untuk memastikan apakah berkaitan dengan kapal yang hilang.
Namun, setelah dilakukan pemantauan, plastik tersebut diketahui hanya berisi sampah bekas makanan. Kru KRI Kerambit kemudian tidak menemukan petunjuk lain dari benda tersebut.
Usai melakukan penyisiran di sekitar Sertung dan Rakata, KRI Kerambit 627 melanjutkan pelayaran menuju Krui, Lampung Selatan.
Kapal TNI AL tersebut dijadwalkan beristirahat di Krui sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan pulang, KRI Kerambit 627 akan menggunakan jalur yang berbeda dari rute sebelumnya.
Perubahan jalur pelayaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wilayah pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya tanda-tanda maupun benda yang berkaitan dengan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.
Berawal dari peliputan Gunung Anak Krakatau
Sebelumnya, lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka diketahui hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, baru sekitar 42 menit setelah keberangkatan, tepatnya pukul 14.42 WIB, kontak dengan speedboat tersebut dilaporkan terputus.
Sejak saat itu, keberadaan delapan orang yang berada di dalam speedboat Arupadhatu 1 belum diketahui.
Operasi pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda.
Hingga Jumat (11/9/2026), keberadaan kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut masih belum ditemukan.
Keluarga serta rekan-rekan para jurnalis terus mengikuti perkembangan operasi SAR. Harapan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat masih terus disampaikan di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil.
Ferry Yuniar


Komentar Via Facebook :