Maulid Nabi di MAN 2 Cilegon Diwarnai Lomba Keagamaan dan Pelepasan Guru Purna Bakti
CYBER88 | Cilegon – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh keluarga besar madrasah, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, S.Pd., M.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini diawali dengan berbagai perlombaan keagamaan dalam rangkaian kegiatan Gemah Maulid.
“Alhamdulillah, sebelumnya kita melaksanakan berbagai kegiatan lomba keagamaan, seperti Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Syarhil Quran, Fahmil Quran, lomba khotbah dan marawis,” ujar Mamad.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki, khususnya di bidang keagamaan.
“Banyak sekali potensi anak-anak dari hasil lomba itu. Mudah-mudahan potensi tersebut menjadi bekal bagi mereka dan bisa memberikan sumbangsih untuk MAN 2 Kota Cilegon dalam berbagai event, baik tingkat kabupaten/kota hingga nasional,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Komite MAN 2 Kota Cilegon, Rachmat AS, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan keluarga besar madrasah.
Namun, tahun ini konsep kegiatan dikembangkan dengan mengawalinya melalui berbagai perlombaan keagamaan.
“Madrasah itu produk unggulannya adalah keagamaan. Karena itu, kegiatan seperti Tilawatil Quran, Syarhil Quran dan Fahmil Quran menjadi pembekalan bagi anak-anak,” jelas Rachmat.
Pada puncak kegiatan, pihak madrasah menghadirkan penceramah muda, Ustaz Abdu Rijal Azhar dari Jakarta, yang memberikan tausiah sekaligus motivasi kepada para siswa. Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa terdapat sejumlah bekal penting untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat, di antaranya akal, ilmu dan Al-Qur'an. Nilai-nilai tersebut kemudian terus diperkuat dalam proses pendidikan di MAN 2 Kota Cilegon.
Selain aspek keagamaan, kegiatan Maulid juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya infak dan sedekah. Rachmat menjelaskan, pembiayaan kegiatan tersebut berasal dari sumbangsih para siswa serta dukungan komite melalui para orang tua murid.
Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar jumlah yang terkumpul, tetapi bagaimana peserta didik dibiasakan untuk berinfak dan bersedekah dengan tulus dan ikhlas.
“Yang kita utamakan adalah bagaimana anak-anak mengenal infak dan sedekah dengan tulus dan ikhlas,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kegiatan infak dan sedekah di MAN 2 Kota Cilegon juga dilakukan secara rutin setiap Jumat bersamaan dengan agenda istighosah bersama. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan internal keluarga besar madrasah sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.
“Dari kita, oleh kita, juga kembali untuk kita,” katanya.
Menurut Rachmat praktik tersebut menjadi pembelajaran nyata bagi siswa untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada teman-teman mereka yang membutuhkan.
Ia mencontohkan, perhatian dan kepedulian tersebut diwujudkan dengan membantu siswa yang kondisi ekonominya kurang mampu.
Dalam kegiatan Maulid Nabi kali ini, sejumlah siswa juga mendapat perhatian dan bantuan sebagai bentuk kepedulian dari sesama peserta didik dan keluarga besar MAN 2 Kota Cilegon.
“Ini contoh kecil bagaimana anak-anak belajar memberikan perhatian dan kepedulian kepada rekannya yang kurang atau bahkan tidak mampu,” ujarnya.
Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan salah satu pendidik yang memasuki masa purna bakti, yakni Pak Rus.
Sosok yang selama ini akrab disapa “Papih” oleh para siswa dan “Pak Dhe” di kalangan pendidik tersebut diketahui telah mengabdikan dirinya di MAN 2 Kota Cilegon selama lebih dari 20 tahun.
Keluarga besar MAN 2 Kota Cilegon memberikan apresiasi dan penghormatan atas pengabdian serta dedikasinya selama menjadi bagian dari madrasah.
Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 2 Kota Cilegon akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai Islam, mengembangkan potensi, membangun kepedulian sosial, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Melalui perpaduan pembelajaran, kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial tersebut, MAN 2 Kota Cilegon terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki ilmu, akhlak dan kepedulian terhadap sesama.


Komentar Via Facebook :