Tim DengueSight UNJA Melaju ke Semifinal Nasional Satria Data 2026, Jadi Satu-satunya Wakil Sumatera
CYBER88 | JAMBI - Tim mahasiswa Universitas Jambi yang tergabung dalam DengueSight sukses melaju ke babak semifinal nasional Statistics Essay Competition Satria Data 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek bersama Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah pelaksana.
Seperti dilansir dari laman resmi Universitas Jambi, Kamis (10/9/2026), Tim UNJA berhasil lolos sebagai satu dari 20 kelompok terbaik kategori tersebut. Mereka sukses menyisihkan 769 tim pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Muhammad Faris Rizqullah tercatat sebagai satu-satunya wakil UNJA sekaligus satu-satunya representatif dari Pulau Sumatera. Capaian ini menempatkan mereka berdampingan dengan institusi besar seperti ITB, ITS, UNAIR, dan UGM.
Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa lintas angkatan dengan Muhammad Faris Rizqullah sebagai ketua, serta Adinda Aisyah Welliani dan Marwin Federico Aslen sebagai anggota. Mereka dibimbing oleh I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., selaku dosen Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi FKIK UNJA.
Karya yang diusung berjudul “DengueSight: Sistem Prediksi berbasis Machine Learning dan Data Surveilans Multisumber untuk Deteksi Dini Risiko Dengue di Indonesia”. Esai tersebut diajukan pada subtema Transformasi Digital dan Tata Kelola Data Nasional untuk kebijakan publik yang presisi.
Gagasan ini berangkat dari beban epidemiologis dengue yang terus meningkat secara global maupun nasional berdasarkan data kesehatan. "Data menunjukkan tren yang berlawanan dengan target global penurunan kasus dengue pada 2030, sehingga kami mengusulkan sistem prediksi berbasis machine learning," ujar Muhammad Faris Rizqullah selaku ketua tim.
Adinda Aisyah Welliani menjelaskan bahwa penyusunan esai menuntut kombinasi literasi data dan biostatistika kedokteran yang mendalam. "Bagian paling menantang adalah menerjemahkan konsep teknis machine learning ke dalam narasi kebijakan karena penilaian juga melihat kedalaman analisis," ungkapnya.
Marwin Federico Aslen menambahkan bahwa integrasi data multisumber menjadi topik yang paling banyak didiskusikan selama penyusunan naskah. "Kami membahas sumber data apa saja yang realistis diintegrasikan di Indonesia mengingat tantangan keterbatasan interoperabilitas sistem," katanya.
Dosen pendamping, I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., menekankan pentingnya konsistensi metodologis menjelang tahap semifinal yang berlangsung daring pada 16–18 September 2026. Ia berharap tim mampu memukau dewan juri dengan dasar validasi model prediksi yang jelas serta penyusunan policy brief yang matang.
Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang membanggakan institusi ini. "Capaian ini membuktikan mahasiswa kedokteran memiliki kapasitas analitik setara bidang teknologi, dan kami akan terus mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk pengembangan riset," ujarnya. (SW)


Komentar Via Facebook :