Keluarga 8 Orang Hilang di Selat Sunda Berharap Pencarian Tak Dihentikan

Keluarga 8 Orang Hilang di Selat Sunda Berharap Pencarian Tak Dihentikan

CYBER88 | Pandeglang – Hari demi hari dilalui keluarga lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadhatu 1 dengan penuh kecemasan. Di tengah belum adanya kepastian mengenai keberadaan orang yang mereka cintai, satu harapan terus mereka pegang: pencarian jangan dihentikan sebelum delapan orang tersebut ditemukan.

 

Harapan itu disampaikan keluarga saat bertemu Gubernur Banten Andra Soni di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (13/9/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi keluarga untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus permintaan agar operasi SAR diperpanjang. Sebab, masa operasi pencarian yang telah ditetapkan sebelumnya akan berakhir pada Senin (14/9/2026).

Keluarga masih meyakini bahwa upaya pencarian harus terus dilakukan. Mereka berharap tim SAR tidak berhenti hanya karena batas waktu operasi telah berakhir.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, permintaan keluarga tersebut telah disampaikan kepada Basarnas dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

"Setelah kami berdiskusi, pihak keluarga meminta kepada Basarnas gabungan untuk memperpanjang proses pencarian, dengan pertimbangan, dalam dua hari terakhir tim pencari menemukan sejumlah benda, meski sebagian besar bukan milik awak kapal," ujar Andra.

Bagi keluarga, setiap temuan di tengah luasnya perairan Selat Sunda tetap menjadi bagian dari harapan. Mereka terus menunggu kabar, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai nasib lima jurnalis dan tiga ABK tersebut.

Andra meminta keluarga tetap bersabar dan menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR gabungan yang masih melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda.

Hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi dari tim SAR gabungan mengenai keputusan memperpanjang operasi pencarian.

Delapan orang tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka berangkat untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi penantian panjang bagi keluarga setelah kapal kehilangan kontak.

Sejak saat itu, keluarga hanya bisa menunggu kabar dari tim SAR. Sementara di laut, puluhan unsur pencarian terus menyisir kawasan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan Arupadhatu 1.

Pencarian telah diperluas ke sejumlah wilayah perairan Selat Sunda, termasuk kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dan pulau-pulau di sekitarnya.

Bagi keluarga, waktu boleh terus berjalan, tetapi harapan untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang mereka cintai belum berakhir.

Mereka hanya meminta satu hal: jangan berhenti mencari, sebelum ada kepastian tentang delapan orang yang hingga kini masih mereka tunggu untuk pulang. (FY) 

 

Komentar Via Facebook :