Pencarian Ditutup, Jurnalis Bersama Gubernur, Basarnas, TNI-Polri Gelar Doa Bersama untuk 8 Korban Arupadhatu 1

Pencarian Ditutup, Jurnalis Bersama Gubernur, Basarnas, TNI-Polri Gelar Doa Bersama untuk 8 Korban Arupadhatu 1

Doa bersama, Gubernur Banten, Jurnalis, Basarnas di akhir pencarian.

CYBER88 | PANDEGLANG – Suasana haru menyelimuti kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Di tengah berakhirnya operasi pencarian, para jurnalis bersama Gubernur Banten, Basarnas, TNI dan Polri berkumpul dalam doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hingga kini belum ditemukan.

Doa bersama menjadi momen penuh keheningan. Mereka yang selama berhari-hari berada di lapangan mengikuti perkembangan operasi SAR, kali ini menundukkan kepala dan memanjatkan doa. Bukan lagi dengan kamera dan laporan, melainkan dengan harapan agar delapan orang yang menjadi bagian dari keluarga mereka segera mendapatkan kepastian.

Lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026). Speedboat tersebut diketahui berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk kepentingan peliputan.

Sejak laporan hilang kontak diterima, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD hingga potensi SAR lainnya. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan wilayah pencarian yang terus diperluas.

Namun, setelah berbagai upaya dilakukan, operasi SAR resmi ditutup pada Kamis (17/9/2026). Hingga saat itu, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal belum diketahui.

Annisa, reporter iNews, mengatakan doa bersama menjadi wujud solidaritas sesama jurnalis sekaligus bentuk dukungan bagi keluarga yang masih menanti kabar.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami sesama jurnalis, dan semoga ada mukjizat, sehingga lima jurnalis rekan kami dan tiga awak kapal bisa ditemukan,” ujar Annisa.

Pemimpin Redaksi iNews, Aiman Wicaksono, yang turut hadir dalam doa bersama tersebut, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang tetap berada di lapangan selama proses pencarian.

“Kami mengapresiasi seluruh jurnalis yang ada di sini, yang sudah melakukan peliputan selama pencarian, dan semoga seluruh korban bisa kembali ke keluarga, bagaimanapun kondisinya,” tegas Aiman.

Bagi keluarga dan rekan-rekan korban, berakhirnya operasi pencarian bukan berarti berakhir pula doa dan harapan. Di Pantai Carita, doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguat bagi mereka yang masih menunggu kepastian.


Hari itu, laut yang menjadi tujuan perjalanan Arupadhatu 1 seolah menyisakan banyak pertanyaan. Delapan orang belum kembali, sementara keluarga masih menyimpan satu harapan sederhana: semoga ada kabar, semoga ada kepastian, dan semoga mereka dapat ditemukan. (FY)

 

Komentar Via Facebook :