Rusia Temukan Vaksin Covid-19, Dunia Sambut Penuh Harapan
CYBER88.CO.ID | Moskow – Disaat lebuh dari 20 juta orang populasi dunia terinfeksi virus corona (Covid-19), muncul berita menggembirakan dari Rusia.
Negara Beruang tersebut telah meregistrasi sebuah vaksin anti viris corona di Kementerian Kesehatan Rusia.
Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Covid-19 hasil pengembangannya. Vaksin tersebut diklaim cukup efektif dan membentuk kekebalan.
Registrasi itu diperoleh setelah serangkaian uji coba terhadap vaksin tersebut memperoleh hasil menggembirakan hadirnya kekebalan anti virus corona dalam tubuh manusia termasuk uji coba pada Maria Vorontsova dan Yekaterina Vladimirovna Putina, putri Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dikutip dari Sputnik Selasa (11/8), Presiden Rusia Vladimir Putin berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam proses pengembangan vaksin.
"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata dia dalam pertemuan dengan jajaran pemerintahannya.
Putin mengaku sudah mengetahui bahwa kandidat vaksin itu bekerja cukup efektif dan membentuk kekebalan yang stabil, dan diapunn meminta Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko terus memberi tahu dirinya tentang perkembangan vaksin Covid-19 tersebut.
"Saya berharap rekan-rekan kita di luar negeri juga bisa maju dan akan ada cukup banyak produk yang bisa digunakan di pasaran, di pasar dunia untuk obat-obatan dan vaksin," ujar Putin.
Dia pun mengungkapkan salah satu putrinya telah divaksinasi. “Dalam hal ini, dia ikut dalam percobaan.
Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat celcius, sedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat celcius.
Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua, suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres, dia merasa baik dan titer (antibodi) tinggi," ucapnya.
Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengungkapkan vaksin pertama Rusia akan diproduksi di dua lokasi, yakni di Gamaleya Research Institute dan perusahaan Binnopharm. Dia menyebut sejumlah negara pun telah menyatakan minatnya terhadap vaksin tersebut.
Saat ini Rusia menempati posisi keempat sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ia memiliki lebih dari 897 ribu kasus dengan korban meninggal melampaui 15.130 jiwa.
Vaksin hasil pengembangan Gamaleya Research Center itu diberi nama "Sputnik V." Spuntik adalah sebuah nama dari perintis antariksa Rusia pada tahun 1950-an.
Alexander Ginzburg, ketua tim riset tersebut mengatakan indikasi sukses mereka lihat adalah adanya adenovirus yakni partikel covid-19 yang mati dan tidak dapat berkembang biak lagi setelah terkena "Sputnik V" dalam tubuh manusia.
Keberhasilan Rusia telah menjadi berita hangat hampir seluruh media berita dunia saat ini.
BBC melaporkan Presiden Putin mengatakan telah menyetujui penggunaannya yang akan digunakan secara massal mulai Oktober 2020.
Sementara WHO minggu lalu telah mengingatkan terkait usaha Rusia dalam menghasilkan vaksin hendaknya melalui cara aman dan prosedural.
Peringatan itu disampaikan setelah beberapa ilmuan barat menemukan indikasi para ahli Rusia telah mencari jalan "pintas" guna mempercepat penemuan berharga tersebut.
Tanpa mengomentari atau menyikapi peringatan WHO tersebut kini Rusia telah membuktikan bahwa Vaksin buatan mereka telah mampu meningkatkan kekebalan tubuh berkelajutan pada manusia terhadap virus Corona.
Keberhasilan ini membuat Rusia selangkah lebih cepat dibandingkan sejumlah negara termasuk AS yang masih dalam ujicoba dan memprediksi vaksin tersebut akan digunakan untuk umum sekitar Januari 2021.
Secara ekonomis Rusia akan memperoleh keuntungan dari penjualan vaksin tersebut. dan secara kemanusiaan dunia juga akan "berterimakasih" karena dengan temuan tersebut harapan mengalahkan virus corona menjadi lebih bersemangat sekaligus mengalahkan pandemi Covid-19. (*)


Komentar Via Facebook :