Jembatan gantung Penghubung Dua Provinsi Jabar - Jateng Rusak Dan Mulai Berlubang. 

Jembatan gantung Penghubung Dua Provinsi Jabar - Jateng Rusak Dan Mulai Berlubang. 

(Jembatan Gantung Yang Sudah Mulah Rapuh Dan Berlubang)

CYBER88 l Cilacap -- Jembatan sepanjang 100 meter yang berada diatas sungai Citanduy dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Wanareja khususnya warga di Desa Sidamulya.Minggu.(11/10/2020). 

Keluhan warga pengguna banyak yang mengeluh "Jembatan sudah banyak yang bolong, kami bingung harus bagaimana, maka dari itu kami sepakat untuk memperbaiki jembatan ini sedikit demi swdikit dengan Dana Swadaya masyarakat patungan dua kampung,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga desa Sidamulya Kecamatan Wanareja menjelaskan, meskipun kewenangan Pemprov Jateng dan Jabar namun instansi terkait harus ikut andil juga minimal mendorong agar bisa dibantu perbaikanya.Ujarnya

“Saat ini sudah ada perbaikan oleh swadaya warga, seharunya Pemrov lebih aktif lagi dalam pembangunan infrastruktur, jangan mentang-mentang ada diperbatasan malah terabaikan,” ketusnya.

Pasalnya jembatan yang menghubungkan Jawa Tengah – Jawa Barat yang terletak di Dusun Rejosari, Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap dengan Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar itu sangat vital bagi warga sekitar.

Jembatan yang jadi pada awal tahun 2014 itu digunakan untuk akses seperti perekonomian (perdagangan), juga untuk pendidikan masyarakat dua Provinsi Jawa Barat dam Jawa Tengah, Warga yang tinggal di Wanareja sendiri banyak yang menimba ilmu di Kota Banjar Jawa Barat.

Seorang penggguna jalan yang sedang melintas hendak pulang ke Dusun Bakung, Desa Sidamulya, Purwanti mengatakan, dengan adanya jembatan itu akses menuju banjar atau sebaliknya jadi mudah.

“Ya dengan adanya jembatan ini mau ke banjar atau sebaliknya jadi mudah dan cepat,” kata Purwanti kepada Media Cyber88 Minggu (11/10).

Selain itu diketahui para pelajar dan warga masyarakat antri untuk bergantian melewati jembatan gantung dengan panjang 100 meter dan lebar 1,5 Meter itu, Masyarakat juga merasa senang dengan adanya jembatan tersebut. 

Saya harap kedepan Jembatan ini bisa dialihfungsikan kewenangannya kepada Pemerintahan Desa, apabila ada kerusakan maupun rehab bisa di anggarkan dari APBDes, dan lebih mudah,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Tokoh Masyarakat Dusun Purwodadi Samsu mengaku, jembatan tersebut sangat membahayakan jika tidak cepat diperbaiki. Karena, setiap harinya dua wilayah selalu menggunakan jembatan untuk aktivitas sehari-hari.(KASIKIN)

Komentar Via Facebook :