Tingginya Pengangguran di Kota Bekasi Harus Jadi Prioritas Kebijakan Pemerintah
CYBER88 | Bekasi — Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei, perhatian terhadap kondisi ketenagakerjaan di Kota Bekasi kembali mengemuka. Tingginya angka pengangguran dinilai menjadi tantangan serius yang memerlukan langkah strategis dan terukur dari pemerintah daerah.
Anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi II, Yenny Kristianti, menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan, khususnya dalam upaya menekan angka pengangguran yang masih relatif tinggi.
“Peringatan Hari Buruh harus dimaknai sebagai refleksi bersama. Tingginya angka pengangguran di Kota Bekasi pada tahun 2025 yang mencapai 7,2 persen, sebagaimana data Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia,” ujar Yenny Kristianti dalam keterangannya.
Ia juga menyoroti tingkat pengangguran terbuka yang mencerminkan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja di tengah pertumbuhan kawasan industri yang pesat.
Menurut politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi ini, antara lain ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri, terbatasnya pelatihan berbasis kompetensi, serta belum maksimalnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal.
Sehubungan dengan hal tersebut, DPRD Kota Bekasi mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk mengambil langkah konkret dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan tersebut.
Yenny Kristianti menegaskan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang tepat, potensi bonus demografi yang dimiliki Kota Bekasi justru dapat berubah menjadi beban sosial di masa mendatang.
“Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
(Joy)


Komentar Via Facebook :