Karhutla Jambi Capai 33 Ribu Hektare, Ekosistem Gambut TNBS Jadi Fokus Utama Penanganan

Karhutla Jambi Capai 33 Ribu Hektare, Ekosistem Gambut TNBS Jadi Fokus Utama Penanganan

Ilustrasi

CYBER88 | Jambi - ​Luas area terbakar di Provinsi Jambi berdasarkan analisis pemetaan terbaru KKI Warsi kini telah mencapai angka sekitar 33 ribu hektare. Kebakaran paling mengkhawatirkan dan menjadi perhatian khusus terjadi di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) karena melanda ekosistem gambut.

Manager Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf, menjelaskan bahwa kebakaran gambut jauh lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan penanganan yang berbeda dibanding lahan biasa. Api dilaporkan bermula di kawasan Sembilang Sumatera Selatan, lalu berkembang melewati batas administrasi hingga memasuki bagian inti TNBS di Jambi.

Ketika kondisi lanskap sangat kering, api dapat bergerak di bawah permukaan dan muncul kembali di lokasi yang cukup jauh dari titik awal. Fenomena berbahaya ini bahkan terpantau mampu melompati badan sungai yang semestinya berfungsi menjaga kelembapan alami ekosistem gambut.

Kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino turut memperparah kerentanan lanskap serta mengurangi kemampuan gambut dalam mempertahankan cadangan air. Selain faktor iklim, aktivitas manusia di sekitar kawasan tanpa pemahaman karakter ekosistem yang baik juga memicu peningkatan risiko kebakaran.

Oleh sebab itu, pendekatan penanggulangan saat ini tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus memperkuat pemahaman masyarakat dalam mengelola lahan tanpa pembakaran. Di luar TNBS, kebakaran turut terdeteksi di bagian selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh serta kawasan hutan produksi dan hutan lindung.

Analisis spasial menunjukkan bahwa hampir separuh area kebakaran berlokasi di kawasan hutan produksi maupun hutan produksi terbatas yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Data Warsi mencatat sebaran api beririsan dengan sedikitnya 35 perkebunan kelapa sawit serta 15 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Secara rinci, luas karhutla di Jambi berdasarkan fungsi kawasan meliputi hutan produksi seluas 13.301 hektare dan hutan produksi terbatas seluas 6.203 hektare. Selain itu, kerusakan juga melanda Area Penggunaan Lain (APL) seluas 5.934 hektare, taman nasional seluas 5.056 hektare, taman hutan raya 1.800 hektare, serta hutan lindung seluas 886 hektare.

​Sementara itu, wilayah kabupaten yang mengalami dampak kebakaran terluas berturut-turut adalah Sarolangun, Tebo, Batang Hari, serta Tanjung Jabung Timur. Pihak KKI Warsi menegaskan bahwa data spasial ini perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan agar penyebab kebakaran dapat dipahami secara lebih akurat.(SW)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :