Diduga Tak Sesuai Spek, Belum Genap Setahun, Pembangunan Jalan Lingkungan Retak Seribu
CYBER88 | Mesuji -- Belum genap setahun tuntasd dikerjakan, jalan rigid beton dari samping MTSN I Simpang Pematang sampai Kantor Desa Simpang Mesuji diduga sudah mengalami kerusakan. Selain bergelombang, jalan tersebut sudah banyak yang retak. Bahkan rapuh sehingga batunyapun nampak jelas atau nongol.
Padahal jalan tersebut sengaja dibangun dengan kontruksi beton agar bisa bertahan lama. Sehingga masyarakat sekitar merasa puas menikmati jalan mulus.
Namun nyatanya tidak demikian. Berdasarkan pantauan krew media, ruas jalan yang dibangun oleh Cv.Karina Jaya itu, saat ini telah mengalami kerusakan yang semestinya tidak terjadi.
Ada beberapa titik kerusakan yang cukup signifikan. Titik pertama berada didepan sebelah kanan bengkel panji sebelah ketua Organisasi Masyarakat (ormas) Gerakan Raknyat Indonesia Baru (GRIB) Mesuji.
"Disini jalan beton itu mengalami pecah- pecah. Bahkan sudah hampir berlobang dengan posisi memanjang, Ungkapnya, "(14/11/2020)
Selanjutnya diposisi sebelah kiri sekitar MTSN I pun, kerusakan yang sama juga terjadi. Namun ruas jalan itu tidak separah pada titik pertama. Hanya Retak-retak dengan posisi memanjang dan melengkung.
Selain itu, masih pada lajur sebelah kiri arah MTSN I menuju kantor Desa Simpang Mesuji, kondisi beton ini tidak semulus dengan jalan yang berada disebelahnya.
Batu-batuan kasar terlihat jelas kepermukaan. Sehingga warga yang melintasi jalan tersebut merasa heran. Tak sedikit pula diantara mereka berprasangka negatif terhadap pembangunan jalan tersebut.
Seperti kekurangan semen ya, kata salah seorang warga Kuansing kepada awak Media ini namun tak ingin disebutkan namanya.
Warga lainya, juga menyayangkan kualitas jalan rigit beton yang dibangun pada tahun 2019 lalu itu. Mestinya kata dia, jalan rigid beton ini harusnya mampu menahan beban puluhan ton.
Nah, ini yang melintas hanya pejalan kaki, sepeda motor dan kebanyakan mobil pribadi. Tapi belum genap setahun sudah retak seribu," ujarnya sembari meminta agar penegak hukum menyelediki pembangunan jalan tersebut.
Menurut informasi dari beberapa narasumber menyebutkan, proyek pembangunan jalan lingkungan berupa rigid beton ini dianggarkan melalui APBD Kuansing pada tahun 2019 lalu dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.913.100.000,00
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kuansing tentang penyebab kerusakan jalan rigid beton tersebut. (TIM)


Komentar Via Facebook :