Tak Selamanya Sendiri Berarti Sepi, Ada campur tangan Tuhan dalam Jodoh

Tak Selamanya Sendiri Berarti Sepi, Ada campur tangan Tuhan dalam Jodoh

CYBER88.CO.ID -- Sendiri kerap dilihat sebagai sesuatu yang menyedihkan. Disaat pergi ke suatu lokasi tanpa teman yang menemani kerap dianggap kesepian. Padahal, tak selamanya sendiri berarti sepi.

Sebenarnya tidak ada yang aneh melakukan apa-apa sendirian. Justru dalam ke-sendirian memberikan kesempatan pada seseorang agar fokus pada dirinya sendiri untuk melakukan aktivitas.

Disatu sisi, budaya kolektif di Indonesia, menjadi salah satu penyebab adanya pandangan bahwa normalnya seseorang akan memiliki teman, sehingga sendirian dianggap sesuatu yang tidak normal atau wajar. Kalau ada orang sendirian, tafsirannya adalah tidak punya teman. Orang akan dianggap sehat, normal kalau ngumpul bareng

Sendirian pun bukan hanya saja dalam arti melakukan berbagai aktivitas seorang diri semata. Sendirian dalam arti melajang tanpa pasangan juga kerap identik dengan stigma negatif.

Persoalan ini tak hanya melibatkan masalah budaya, tapi juga kepercayaan dalam perspektif agama.

Di Indonesia, masih kental dengan pemikiran dan menilai normalnya orang itu harus menikah, berpasangan. Dengan kondisi demikian, tak heran jika muncul pandangan yang menganggap bahwa mereka yang masih melajang atau memang memutuskan untuk sendiri dianggap kesepian bahkan menderita.

Yang perlu dikhawatirkan adalah saat tuntutan untuk memiliki pasangan semakin besar dan terasa menekan, khawarit justru hal tersebut akan menimbulkan sebuah keputusan yang dibuat tanpa adanya pikiran yang matang.

Manusia hidup tidak hanya dengan kekuatannya sendiri. Ada campur tangan Tuhan didalam hidup manusia. Begitu pula dalam soal perjodohan.

Kita harus yakini, bahwa jodoh itu ditangan Tuhan, tetapi kalau Tuhan pun turut campur dalam urusan perjodohan itu yaitu dengan membuka jalan bagi dua orang yang saling menyayangi untuk bertemu.

Itu artinya, perjodohan itu tidak akan terjadi jika tidak ada proses perjumpaan seseorang dan jodohnya. Dimana, dalam proses perjumpaan itu tangan Tuhan turut campur didalamnya.

Perjumpaan kita dengan seseorang, terkhusus jodoh kita bukanlah suatu kebetulan. Perjumpaan adalah suatu kejadian yang telah direncanakan, bukan oleh manusia tetapi oleh Tuhan.

Tuhanlah perancang hidup kita, termasuk merancang dengan siapa kita akan bertemu didalam dunia ini.

Menemukan jodoh yang tepat adalah buah dari kerjasama antara Tuhan dan manusia.

Artinya, jodoh itu ditangan Tuhan sekaligus ditangan manusia, karena tangan Tuhanlah yang ikut campur membuka jalan dan mempertemukan dua orang yang berjodoh.

Setelah itu ditangan manusialah ia bebas memilih dan menentukan dengan siapa ia akan berjodoh.

Jika dikatakan jodoh itu ditangan Tuhan tanpa mempertimbangkan peran manusia, seolah-olah menyepelekan peran manusia yang telah diberi kebebasan berkehendak oleh Tuhan dalam menentukan pilihannya.

Sebaliknya, jika dikatakan jodoh itu ditangan manusia tanpa mempertimbangkan peran Tuhan, ini juga seolah-olah menyepelekan peran Tuhan dalam merencanakan hidup manusia, terkhusus merencanakan bertemu dengan seseorang yang nantinya menjadi jodoh kita. (Den’S)

Komentar Via Facebook :