Menengok Silat Cimande Asuhan Ustad Hilman dan Pengobatan Alternatif di Tanah Sareal Bogor
CYBER88 | Bogor -- Silat Cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua yang telah melahirkan berbagai perguruan silat di Indonesia bahkan di luar negeri. Aliran pencak silat asal Jawa Barat ini dikenal sebagai salah satu pencak silat tua yang memiiki gerakan jurus mematikan.
Sejak saat itu, ilmu pencak silat terus menerus diwariskan oleh leluhur kepada generasi-generasi penerusnya. Kini pun banyak perguruan silat yang mengajarkan silat Cimande sebagai dasarnya.
Menurut Ustad Hilman Abdul Rohman salah satu penerus Pencak Silat Cimande yang berada di Tanah Sareal Bogor menuturkan, Silat Cimande sudah ada sejak abad 17 di Kampung Sareal, Babakan Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Aliran bela diri ini, Kata Ustad Hilman, pertama kali dibawa dan dikenalkan oleh Eyang Khair. Silat Cimande dibagi jadi tiga bagian. Ada Cimande Hilir di Karawang, Cimande Tengah di Banten dan Cimande Girang di Bogor.
“Perguruan Silat Pasarean yang saya dirikan ini merupakan Cimande Girang karena saya merupakan asli warga Tanah sareal," katanya.
Kata Ustad Hilman, secara garis besar, tiga aliran Silat Cimande memiliki 33 jurus tangan kosong dengan basis gerakan pertahanan diri dan beragam serangan yang memiliki ciri khas.
Hal mendasar yang membedakan Silat Cimande adalah sesuatu yang tidak lepas dari Agama. Ustad Hilman menyebut 14 ketentuan yang menjadi dasar setiap anak asuhnya untuk dapat belajar SIlat Cimande yaitu :
1.Harus taat kepada Alloh SWT dan Rosulnya;
2.Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta Wong Atua Karo (orang yang lebih tua);
3.Jangan melawan kepada Guru dan Ratu (Pemerintah);
4.Jangan judi dan mencuri;
5.Jangan riya, takabur dan sombong;
6.Jangan berbuat zina;
7.Jangan bohong dan licik;
8.Jangan mabuk-mabukan dan menghisap madat;
9.Jangan jahil menganiaya sesame mahluk Allah;
10.Jangan memetik tanpa ijin, Mengambil tanpa minta;
11.Jangan suka iri hati;
12.Jangan suka tidak membayar hutang;
13.Harus sopan santun, randah hati, ramah tamah dan saling menghargai sesame manusia; dan
14.Berguru Silat Cimande bukan untuk kegagahan dan ugal-ugalan, tetapi untuk mencari keselamatan dunia dan akhirat.
Di usianya yang relatif masih muda, Ustad Hilman mengaku, sangat bersemangat mengajarkan Silat Cimande yang merupakan warisan dari leluhurnya, kepada muridnya.
Selain ingin mengajarkan bela diri, para murid yang bergabung di perguruannya juga dilatih menjadi manusia soleh, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Bukan cuma silat yang terkenal dari Cimande. Daerah itu pun dikenal sebagai sarangnya para ahli pengobatan tulang tradisional. Disana mereka memiliki kemampuannya memperbaiki tulang yang sudah tidak diragukan lagi.
Mereka bisa memperbaiki tulang serusak apa pun. Mulai dari terkilir, tulang geser, hingga patah tulang. Hebatnya lagi, jika berobat di Cimande, gak butuh waktu lama supaya tulang kembali normal. Beda sekali sama waktu pemulihan yang dibutuhkan kalau kita ke rumah sakit. Harganya pun jauh lebih murah ketimbang rumah sakit, sehingga tak ayal banyak masyarakat yang datang ke wilayah itu.
Ustad Hilman juga ternyata memiliki keahlian yang di dapat dari dalam melakukan pengobatan Alternatif. Ia mengatakan, Keahlian ilmu pertulangan dan kesehatan-kesehatan lainnya itu merupakan secara turun-temurun di keluarganya.
Setiap harinya selalu ada pasien dari berbagai daerah untuk melakukan pengobatan di tempatnya. Bahkan Ia pun menyediakan tempat tidur untuk pasien yang melakukan pengobatan untuk proses berhari-hari.
Kendati demikian, Ustad Hilman pun selalu menyarankan juga kepada setiap pasiennya untuk juga berkonsutlasi dengan medis “Ujarnya. [ur]


Komentar Via Facebook :