Dandim 0723/Klaten Hadiri Grebeg Syawal 1447 H, Perkuat Kebersamaan di Klaten
CYBER88 | KLATEN – Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., menghadiri kegiatan Grebeg Syawal 1447 H yang digelar Pemerintah Kabupaten Klaten di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Sabtu (28/03/2026).
Kegiatan bertema “Harmoni dalam Silaturahmi Jajaran Forkopimda bersama Masyarakat” ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, serta masyarakat.
Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., Kapolres Klaten AKBP Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.H., Ketua DPRD Klaten H. Edi Sasongko, Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto, S.Sos., M.M., Ketua Pengadilan Negeri Klaten R. Aji Suryo, S.H., M.H., serta perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, dan jajaran pejabat lainnya, termasuk kepala OPD, camat, Danramil, Kapolsek, dan stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa momentum Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.
“Momentum Syawal merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Ia menambahkan, Grebeg Syawal bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai historis, kultural, dan spiritual.
“Tradisi kirab gunungan ketupat mencerminkan filosofi masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian sosial melalui budaya berbagi,” lanjutnya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkannya sebagai potensi wisata daerah.
“Budaya lokal merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta menjaga persatuan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung program pemerintah daerah demi terwujudnya Klaten yang maju, mandiri, sejahtera, dan berbudaya,” pungkasnya.
Puncak acara ditandai dengan rebutan 19 gunungan berisi hasil bumi masyarakat setempat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Usai kegiatan, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto mengapresiasi penyelenggaraan acara tersebut.
“Kegiatan Grebeg Syawal ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung nilai filosofis dan religius, khususnya melalui kirab gunungan ketupat yang melambangkan rasa syukur, keberkahan, serta semangat berbagi,” ujarnya.
Melalui kegiatan budaya dan keagamaan seperti Grebeg Syawal, diharapkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kearifan lokal terus terjaga sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya saing. (Red)


Komentar Via Facebook :