Penjualan Selongsong Ketupat Menurun Jelang Lebaran, Pedagang Tertekan

Penjualan Selongsong Ketupat Menurun Jelang Lebaran, Pedagang Tertekan

CYBER88 | KLATEN — Menjelang puncak perayaan Lebaran, aktivitas di Pasar Delanggu dan Pasar Cokro, Klaten, terlihat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selongsong ketupat dari anyaman janur yang biasanya laris, kini justru menumpuk akibat turunnya permintaan, Jumat (27/03/2026).

Sejumlah pengrajin dan pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Kandar, pengrajin asal Pomah, Tulung, mengatakan pesanan yang biasanya membludak sepekan sebelum Lebaran kini banyak dibatalkan atau dikurangi. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca hujan berkepanjangan, kenaikan harga bahan baku janur, serta meningkatnya biaya tenaga kerja.

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat turut memengaruhi penjualan. Banyak keluarga kini memilih membeli makanan siap saji seperti opor ayam dan sambal goreng, dibanding membuat ketupat sendiri yang dianggap lebih memakan waktu dan biaya.

Bu Sari, pedagang selongsong di Pasar Cokro, mengungkapkan bahwa lapaknya kini sepi pengunjung. Ia menyebut, kondisi ini tidak hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga mengancam keberlangsungan tradisi menganyam janur. “Kalau terus begini, anak-anak kami bisa tidak lagi belajar menganyam,” ujarnya.

Dampak penurunan ini juga dirasakan pada rantai pasokan. Pengrajin mulai mengurangi pembelian bahan baku dan tenaga kerja untuk menekan kerugian. Beberapa bahkan menunda produksi agar modal tidak habis.

Sebagai upaya bertahan, sebagian pedagang mulai menawarkan paket hemat, diskon grosir, hingga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pembeli lebih luas. Namun, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mengembalikan tingkat penjualan.

Para pengrajin berharap adanya dukungan dari pemerintah dan pihak terkait, seperti stabilisasi harga bahan baku serta bantuan pemasaran, agar usaha mereka tetap bertahan.

Meski permintaan selongsong menurun, kebutuhan lauk khas Lebaran masih tetap ada. Para pelaku usaha berharap masyarakat tetap mendukung produk tradisional agar kerajinan anyaman janur sebagai bagian dari budaya Lebaran tidak hilang. (Agus STP)

Komentar Via Facebook :