ASDP Terapkan Simulasi One Gate System di Pelabuhan Merak, Fokus Tingkatkan Pengawasan dan Kelancaran Arus Kendaraan

ASDP Terapkan Simulasi One Gate System di Pelabuhan Merak, Fokus Tingkatkan Pengawasan dan Kelancaran Arus Kendaraan

CYBER88 | MERAK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai melakukan simulasi penerapan One Gate System di kawasan Pelabuhan Merak, Senin (25/5/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pengawasan sekaligus menciptakan arus kendaraan yang lebih tertata di area pelabuhan.

Dalam skema uji coba ini, seluruh kendaraan diarahkan masuk melalui satu akses utama. Sebelumnya, kendaraan dapat masuk melalui dua jalur berbeda di kawasan pelabuhan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Umar Imran Batubara menjelaskan, penerapan sistem tersebut masih bersifat percobaan dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara menyeluruh.

“Pelaksanaan sterilisasi dan One Gate System ini masih tahap uji coba. Kendaraan yang sebelumnya masuk melalui jalur reguler sementara dialihkan melalui akses eksekutif,” ujar Umar Imran Batubara saat sosialisasi di Pelabuhan Merak.

Menurutnya, simulasi juga akan dilakukan pada malam hari untuk mengetahui potensi hambatan yang mungkin muncul saat kondisi lalu lintas kendaraan meningkat.

“Kami ingin melihat secara langsung apa saja kendala di lapangan sebagai bahan evaluasi. Harapannya, area pelabuhan menjadi lebih steril dan hanya diakses oleh pengguna jasa maupun pihak yang berkepentingan,” katanya.

Ia menyebutkan, banyaknya titik akses masuk selama ini membuat pengawasan di area pelabuhan menjadi cukup rumit. Karena itu, sistem satu pintu dinilai dapat membantu petugas keamanan dan personel BKO dalam melakukan pengendalian.

“Dengan akses yang disatukan, pengawasan tentu lebih mudah dilakukan sehingga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan bisa lebih maksimal,” lanjutnya.

ASDP juga memastikan akan terus memantau dampak penerapan sistem tersebut, termasuk kemungkinan munculnya antrean kendaraan di luar area pelabuhan.

“Kalau dalam pelaksanaannya justru menimbulkan kepadatan sampai keluar kawasan pelabuhan, tentu akan menjadi bahan evaluasi kami. Untuk saat ini masih tahap percobaan dan belum diterapkan permanen,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :