Dari Lahan Tidur ke Harapan Baru: Kisah Petani Cikalongwetan yang Kembali Berdaya

Dari Lahan Tidur ke Harapan Baru: Kisah Petani Cikalongwetan yang Kembali Berdaya

CYBER88 | BANDUNG BARAT - Di bawah terik matahari Kabupaten Bandung Barat (KBB), senyum Ita Sumitra (60) mengembang sempurna. Tangannya yang legam kini menggenggam erat tongkol jagung hibrida yang siap panen. 

Bagi Ita dan puluhan petani di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, hamparan hijau jagung di perbukitan itu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol lahirnya kembali harapan hidup yang sempat meredup.

Selama bertahun-tahun, Ita harus menyambung hidup dengan kerja serabutan. Penghasilannya tak menentu, seringkali hanya cukup untuk makan hari itu. Namun, empat bulan terakhir, garis hidupnya berubah. Lahan-lahan tidur yang dulunya hanya ditumbuhi tanaman keras yang tak produktif, kini disulap menjadi ladang jagung yang subur berkat inisiasi dari Polres Cimahi.

​"Sebelumnya ya kerja serabutan, apa saja yang penting halal. Jadi sebelum ikut bertani, kami diberi pelatihan dulu. Menanam jagung seperti ini jujur baru pertama kali bagi saya," ungkap Ita, Kamis (11/6).

​Ita tidak sendirian. Ia adalah satu dari sekian banyak warga lokal yang kini menggantungkan asa pada program ketahanan pangan nasional ini. Di balik jutaan batang jagung yang mulai menguning, ada keringat dan impian para petani yang ingin memperbaiki taraf ekonomi keluarga mereka.

​Mengangkat Derajat Petani Lewat Kemandirian

Polres Cimahi memahami bahwa mendukung ketahanan pangan tidak bisa hanya sekadar menanam, melainkan juga harus memanusiakan dan memberdayakan para pelakunya. Oleh karena itu, para petani tidak dilepas begitu saja di ladang.

​Untuk memastikan keringat petani terbayar adil, Polres Cimahi juga menjembatani hasil panen mereka agar langsung diserap oleh Bulog. Hingga Juni 2026, kerja keras para petani di atas lahan seluas 334,50 hektare telah menghasilkan 377,5 ton jagung, di mana 165 ton di antaranya sudah resmi diserap Bulog karena memenuhi standar kualitas yang tinggi.

​Tak hanya itu, modernisasi pertanian juga dikenalkan kepada warga. Para petani difasilitasi dengan bantuan traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit unggul hibrida agar kerja mereka di ladang menjadi lebih ringan dan hasil yang didapat bisa berlipat ganda.

​"Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Namun yang terpenting, lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan mereka," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra.

​Dari target ambisius lahan seluas 1.700 hektare dengan bidikan 2.500 ton produksi, program ini perlahan tapi pasti membuktikan satu hal, ketika lahan tidur dibangunkan dan masyarakat kecil diberdayakan, ketahanan pangan bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang menghidupi.(yus').

Komentar Via Facebook :